SuarIndonesia – Pembenahan menyeluruh menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026–2027.
Perketat sistem zonasi dengan pembagian wilayah yang lebih rinci hingga ke lingkup terkecil, ini dengan tujuan hapus stigma adanya sekolah favorit
Semia dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel).
“Fokus utama pembenahan adalah memastikan pemerataan akses pendidikan sekaligus menjawab persoalan ketimpangan jumlah pendaftar antar sekolah,” kata Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra.
Ia, menilai selama ini masih ada konsentrasi pendaftar pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap unggulan, terutama SMA di tiap kabupaten/kota.
Fenomena tersebut memicu penumpukan siswa di satu sekolah, sementara sekolah lain dalam zonasi yang sama justru kekurangan peserta didik.
Ia juga menyoroti munculnya isu penambahan kuota secara tidak resmi yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan, termasuk berdampak pada siswa yang sebelumnya telah memilih sekolah swasta namun kemudian berubah keputusan.
Sebagai solusi, Disdikbud Kalsel akan memperketat sistem zonasi dengan pembagian wilayah yang lebih rinci hingga ke lingkup terkecil.
Skema ini dirancang agar distribusi siswa lebih merata dan tidak terpusat pada satu sekolah saja.
Dalam satu zonasi, misalnya, pembagian dapat dilakukan berdasarkan RT sehingga alur pendaftaran menjadi lebih terarah.
Selain penguatan regulasi zonasi, Disdikbud juga melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah dengan tingkat peminat tinggi maupun rendah.
Evaluasi akan dilakukan terhadap sekolah yang terus kekurangan siswa, termasuk membuka kemungkinan penggabungan (merger).
Di sisi lain, wilayah dengan potensi jumlah siswa besar tetapi belum memiliki sekolah akan menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah.
Menurut Galuh Tantri, prinsip utama kebijakan ini adalah pemerataan layanan pendidikan tanpa diskriminasi.
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal serta menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini berkembang di masyarakat.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















