PELAKU Penambang Ilegal Ditangkap

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025 - 19:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Press release tersangka penambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukum Polres Bengkayang, Rabu (19/2/2025). (Foto: ANTARA/Narwati)

Press release tersangka penambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukum Polres Bengkayang, Rabu (19/2/2025). (Foto: ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang, Polda Kalbar melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) menangkap satu pelaku atau tersangka Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Bengkayang, berinisial IW.

“Penangkapan tersangka IW (warga Sambas) ini karena telah mengakibatkan lima orang korban meninggal dunia. Hal ini kami lakukan sebagai wujud Polres Bengkayang tetap bergerak semaksimal mungkin untuk menindak tegas pelaku tindak pidana pertambangan tanpa izin di Wilayah Hukum Polres Bengkayang yang telah merusak keberlangsungan alam,” kata Kapolres Bengkayang, AKBP Teguh Nugroho dalam rilisnya yang diterima di Bengkayang, Rabu (19/2/2025).

Kapolres menjelaskan, pelaku atau tersangka dalam melakukan kegiatan penambangan tanpa izin tersebut dengan menggunakan rangkaian mesin Diesel 30 PK yang dirakit dengan peralatan penambangan lainnya berupa paralon/pipa, selang spiral, selang tembak, mesin POM, kain/karpet.

Dimana pelaku lanjutnya, dalam melakukan kegiatan penambangan emas tersebut tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang (yang biasa disebut Dompeng). Selain itu, dalam melakukan kegiatan penambangan tanpa izin tersebut tersangka tidak memperhatikan keselamatan pekerja sehingga menyebabkan adanya korban meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor di lubang dompeng.

“Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/2), di wilayah kerja Desa Kinande Kecamatan Lembah Bawang Kabupaten Bengkayang, yang titik kerja berada di perbatasan Bengkayang dan kabupaten Sambas,” ujarnya.

Pelaku ditangkap karena dinilai lalai serta tidak memperhatikan keselamatan alam dan reklamasi atas kegiatan pertambangan tanpa izin yang dilakukannya.

Atas kejadian tersebut lanjutnya, dilakukan pencarian terhadap tersangka, kemudian pada hari Senin (17/2). sekitar pukul 22.00 WIB tersangka berhasil diamankan oleh Tim Satreskrim Polres Bengkayang di Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Bengkayang guna penanganan lebih lanjut.

“Tersangka juga sudah melakukan kegiatan penambangan sejak dua bulan lebih hingga terjadinya korban tanah longsor. Saat ini tersangka menjalankan proses hukum lebih lanjut di Polres Bengkayang,” ujarnya.

Baca Juga :   BALAI DALKARHUT-JICA Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla

Kemudian, tersangka dikenakan pasal 359 KUHPidana dan/atau Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), dengan ancaman pidana maksimal 5 (lima) tahun penjara denda paling banyak Rp100 miliar.

“Tersangka dikenakan pasal kelalaian yang menyebabkan orang lain mati dan/atau setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tutur Teguh dilansir dari AntaraNews.

Korban longsor PETI ini ada delapan orang, lima meninggal dunia yang mana dua orang karyawan, tiga orang lainnya pendulang serta tiga orang selamat masih dalam perawatan medis.

Polisi juga menyita barang bukti berupa satu ken/jerigen berisi solar, satu potong selang tembak, dua potong selang spiral, satu buah jari-jari, tiga helai kain dan satu ken warna merah lainnya yang membantu aktivitas pertambangan tersebut.

Kedepannya, Polres Bengkayang akan terus mengembangkan serta melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini untuk mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perkara ini termasuk bagi pemilik maupun penampung hasil pertambangan tersebut.

“Kami harapkan dengan adanya pengungkapan ini dapat menjaga kondusifitas, serta menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten bengkayang. Kami mengimbau kepada seluruh unsur untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin yang dapat merusak alam yang akan kita tinggalkan kepada anak dan cucu kita,”ujarnya.

Kapolres juga menegaskan, tidak akan mentolerir aktivitas tambang tanpa izin yang merusak lingkungan dan keberlangsungan hidup. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca