VOTING Gencatan Senjata di Gaza, Parlemen Inggris Diwarnai Kericuhan!

- Penulis

Jumat, 23 Februari 2024 - 00:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR Lindsay Hoyle kembali ke House of Commons untuk meminta maaf setelah menimbulkan kontroversi dengan mengizinkan amandemen Partai Buruh mengenai gencatan senjata di Gaza untuk dilanjutkan. [Maria Unger/Handout via Reuters]

Ketua DPR Lindsay Hoyle kembali ke House of Commons untuk meminta maaf setelah menimbulkan kontroversi dengan mengizinkan amandemen Partai Buruh mengenai gencatan senjata di Gaza untuk dilanjutkan. [Maria Unger/Handout via Reuters]

SuarIndonesia — Majelis Rendah pada parlemen Inggris diselimuti kekacauan dan kericuhan saat membahas mosi yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza. Perdebatan sengit terjadi, dengan para anggota parlemen saling berteriak saat ketua parlemen mengizinkan voting untuk mosi gencatan senjata yang diajukan oposisi.

Seperti dikutip detikNews dari AFP, Kamis (22/2/2024), House of Commons atau majelis rendah parlemen Inggris dijadwalkan melakukan perdebatan dan menggelar voting atau pemungutan suara untuk mosi menyerukan “gencatan senjata” di Jalur Gaza yang diajukan oleh Partai Nasional Skotlandia (SNP).

Namun, dalam sebuah langkah yang tidak biasa, ketua parlemen Lindsay Hoyle justru mengizinkan voting untuk mosi yang menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera” di Jalur Gaza yang diajukan oleh oposisi utama, Partai Buruh.

Hal itu langsung memicu kemarahan dan teriakan dari para anggota parlemen dari Partai Konservatif yang berkuasa, juga dari anggota parlemen SNP.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Ketua SNP dalam House of Commons, Stephen Flynn, mengecam langkah itu sebagai “penghinaan total” terhadap partainya.

Menghadapi kemarahan para anggota parlemen Hoyle meminta maaf dan mengatakan dirinya hanya bermaksud untuk membiarkan perdebatan lebih luas mengenai isu ini. Tidak diketahui alasan Hoyle mengizinkan voting untuk mosi yang diajukan oposisi.

Mosi itu belum secara resmi di-voting, setelah pemerintah menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam protes.

Ketegangan politik di Inggris memuncak menjelang pemilu yang dijadwalkan untuk digelar tahun ini. Partai Konservatif yang berkuasa sejak tahun 2010, diperkirakan akan kalah dalam pemilu mendatang oleh sejumlah lembaga survei.

Sementara Partai Buruh mendapatkan dukungan setelah berhasil merebut beberapa kursi parlemen dari Partai Konservatif dalam pemilu sela. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 16:04

PIMPIN PERBAKIN KALSEL; Rais Ruhayat Targetkan Kebangkitan Prestasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:40

KOREA SELATAN Juara Uber Cup 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:49

BARITO PUTERA Gagal ke Super League

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:46

AKSI UDARA Spektakuler Aerosport Modeling Indonesia dI HSU

Selasa, 28 April 2026 - 22:47

PEMERINTAH Komitmen Kesejahteraan Atlet Lewat Bonus Prestasi

Senin, 27 April 2026 - 21:08

ZUMBA Hingga Penutupan Meriah, Pekan AKSEL Bank Kalsel Diserbu Warga Banjarmasin

Minggu, 26 April 2026 - 22:55

RACE MotoGP Spanyol 2026: Alex Marquez Juara, Marc Marquez Crash!

Sabtu, 25 April 2026 - 22:47

TECO, Pelatih Barito Putera : Tahan Imbang Persela, Masih Punya Satu Laga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca