SuarIndonesia — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebutkan sarana prasarana bagi aparat sipil negara (ASN) Kota Nusantara, ibu kota Indonesia, berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sudah siap digunakan.
“Kami pastikan sarana prasarana ASN Kota Nusantara siap digunakan pada tahun ini,” kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (7/1/2025).
“Hunian ASN Kota Nusantara serta fasilitas pendukung lainnya siap digunakan,” tambahnya.
OIKN menyiapkan mulai dari bangunan hunian, kantor, kompleks pertokoan, menyediakan kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih bagi ASN.
“Semua sudah siap bagi ASN untuk pindah ke Kota Nusantara,” ujarnya.
OIKN tinggal menunggu arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyangkut pemindahan ASN.
“Pembangunan sejumlah infrastruktur sektor eksekutif di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Kota Nusantara juga sudah selesai,” jelasnya.
Pencapaian penting yang menjadi acuan OIKN dalam pembangunan Kota Nusantara saat ini, ia menimpali lagi, infrastruktur sektor legislatif dan yudikatif, termasuk kantor, hunian pejabat dan fasilitas pendukung lainnya ditarget rampung pada 2028.
Perencanaan pembangunan dibarengi dengan peningkatan investasi menjadi pencapaian penting Kota Nusantara, guna mewujudkan Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi baru yang modern, demikian Basuki Hadimuljono.
Atur langkah upaya penuhi kebutuhan pangan
Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengatur langkah sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, menghadapi pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke ibu kota Indonesia itu.
“Sejak dimulainya proyek pekerjaan Kota Nusantara kebutuhan pangan perlahan meningkat,” ujar Direktur Ketahanan Pangan OIKN Setia Lenggono di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (7/1/2025).
“Kami atur langkah untuk penuhi kebutuhan pangan bagi pekerja konstruksi yang diperkirakan capai 26 ribu orang di tambah penduduk Kecamatan Sepaku,” tambahnya.
Menurut dia, Provinsi Kalimantan Timur juga masih dibantu pasokan pangan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan, baik produk pangan hortikultura maupun peternakan dan perikanan.
“Kami terus atur langkah berupaya kembangkan rantai pasokan untuk ketahanan pangan Kota Nusantara,” jelasnya pula.
Langkah yang dilakukan salah satunya menyiapkan sistem ketahanan pangan, ia menimpali lagi, melalui skema kerja sama dengan sejumlah distributor pangan yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.
Distributor pangan yang dirangkul tersebut, antara lain Badan Urusan Logistik (Bulog), IDFOOD maupun badan usaha milik OIKN.
OIKN terus melakukan koordinasi untuk kolaborasi dengan sejumlah pihak, terutama dengan distributor pangan utama di Provinsi Kalimantan Timur.
Membangun sistem ketahanan pangan tersebut juga untuk menghadapi pemindahan ASN ke Kota Nusantara, kata dia, dan perkembangan ibu kota Indonesia itu.
“Perkembangan Kota Nusantara pasti diiringi dengan bertambahnya penduduk,” ucapnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















