NOMOR DUA Setelah Surabaya, Banjarmasin Rasio Tertinggi Kematian COVID-19

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2020 - 21:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas bersiap menurunkan jenazah pasien COVID-19 dari mobil ambulans saat akan dimakamkan di pemakaman Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2020). Jumlah pasien positif COVID-19 di Sulsel per hari Minggu (5/4) telah mencapai 80 kasus, pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak sembilan orang, sementara kasus kematian sebanyak enam orang. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.

Petugas bersiap menurunkan jenazah pasien COVID-19 dari mobil ambulans saat akan dimakamkan di pemakaman Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2020). Jumlah pasien positif COVID-19 di Sulsel per hari Minggu (5/4) telah mencapai 80 kasus, pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak sembilan orang, sementara kasus kematian sebanyak enam orang. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.

(Foto/Indonesia.go.id)

SuarIndonesia – Kota Banjarmasin menduduki urutan kedua setelah Surabaya yang memiliki rasio kematian tertinggi akibat CoVID-19 atau virus corona.

Bahkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 pusat per tanggal 21 Juni, rasio kematian di Banjarmasin mencapai 9,4. Angka ini diperoleh dari hasil perbandingan kasus kematian per 100 ribu penduduk.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi tak menampik terkait tingginya rasio kematian itu. Namun, begitu ada alasan mengapa itu bisa terjadi.

Machli yang saat ini juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 Banjarmasin mengungkapkan bahwa tingginya rasio kematian disebabkan tiga faktor.

Pertama ujar Machli, rata-rata kematian itu disebabkan pasien yang terinfeksi virus corona memiliki comorbid atau penyakit penyerta, seperti darah tinggi, diabetes melitus, paru-paru, hingga jantung.

“Ini penyebab kenapa menjadi tinggi. Salah satunya karena faktor comorbid,” ujarnya, Kamis (25/06/2020).

Kedua, pasien yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penangan sudah bergejala terlampau parah. Salah satunya karena baru dirujuk dalam keadaan sesak nafas. Sehingga sulit untuk diselamatkan.

“Kedua pasien datang sudah dalam keadaan sesak napas,” lanjutnya. Dan yang terakhir yakini disebabkan gagal nafas.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

Lantas apakah pasien yang sudah bergejala parah tersebut tak bisa diselamatkan, mengingat di rumah sakit memiliki alat bantu pernafasan?

Menurut Machali, jika sudah terjadi demikian makan pasien akan sulit diselamatkan. Meski dibantu dengan alat tersebut. “Ya (sulit,red) karena ada faktor penyulit tadi,” pungkasnya.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 pusat juga menyebutkan bahwa dari sepuluh kabupaten kota di Indonesia yang memiliki rasio penularan tertinggi virus corona Banjarmasin di posisi ke empat, setelah DKI Jakarta, Surabaya, dan Jayapura.

Perlu diketahui, hingga Rabu (24/06/2020) jumlah kasus virus corona di Banjarmasin sudah mencapai 1.212 kasus. Dengan rincian 976 pasien masih dirawat, sembuh 98, meninggal 114, dan diluar daerah 24.

Kemudian untuk jumlah pasien dalam penanganan (PDP) sebanyak 187 orang. Dengan rincian 10 dalam penanganan ringan, 8 sedang, dan 169 berat.

Selanjutnya untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 361, dan sudah selesai dipantau sebanyak 1.132. Kemudian orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 794 orang. Serta 1.251 pelaku perjalanan. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan
RATUSAN PAKET SABU Disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dari Warga Teluk Dalam
DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu
DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD
DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar
AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP
PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin
LAKALANTAS MAUT di Traffic Light Sultan Adam, Renggut Nyawa Seorang Ibu Dibonceng Anaknya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Kamis, 23 April 2026 - 19:50

DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 19:34

DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD

Kamis, 23 April 2026 - 18:24

DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Berita Terbaru

Kepala BGN Dadan Hindayana (dua dari kiri); Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dalam peresmian SPPG Pemuda Muhammadiyah di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Dok BGN)

Nasional

BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:50

Foto Ilustrasi - Seorang calon haji Indonesia disambut petugas setibanya di Arab Saudi. (Dok Kemenhaj)

Nasional

KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca