SuarIndonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tentang nasib pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur setelah ia tak lagi menjabat presiden di 2024.
Jokowi mengatakan pembangunan IKN sudah dituangkan dalam UU IKN Nomor 3 Tahun 2022. Dia pun berkata mayoritas fraksi di DPR RI mendukung IKN.
“IKN ini ada undang-undangnya. Undang-Undang itu didukung oleh 93 persen fraksi-fraksi yang ada di DPR. Apa lagi yang mau ditanyakan? Sembilan puluh tiga persen loh,” kata Jokowi di PLTS IKN, seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (2/11/2023).
Dia mengatakan keberlanjutan pembangunan IKN akan menjadi kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Pemerintah memulai pembangunan dengan menyediakan gedung pemerintahan dan sarana penunjang dasar.
Jokowi menilai lama atau tidaknya pembangunan IKN juga ditentukan partisipasi swasta. Menurutnya, peran pemerintah cuma 20 persen.
“Bisa 15 tahun, bisa 20 tahun, bisa juga 10 tahun. Kalau swastanya kencang, kenapa tidak?” ucap dia.
Menurut rencana, ibu kota negara akan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur mulai 2024. Pembangunan IKN telah dimulai sejak akhir 2022.
Pembangunan bertahap diproyeksikan rampung pada 2045. Banyak pihak yang mempertanyakan keberlanjutan IKN yang dimulai di era Jokowi.
Sementara itu di Pilpres 2024, bakal calon presiden yang akan bertarung adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
Gagasan IKN dari Bung Karno
Presiden Joko Widodo mengatakan gagasan membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) berasal dari Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno alias Bung Karno.
Jokowi tak mau pembangunan IKN disebut sebagai idenya. Hal itu ia sampaikan menjawab pernyataan pengusaha tekstil Anne Patricia Sutanto.
“Saya merasa bangga bahwa ide IKN dari wong Solo,” kata Anne pada 100 CEO Kompas Forum di IKN, Kamis (2/11/2023).
“Salah. Ide dan gagasan itu tahun 1957 dari Bung Karno. Saya hanya mengeksekusi,” ucap Jokowi.
Jokowi bercerita pemindahan ibu kota negara dari Jakarta sudah direncanakan sejak Bung Karno menjabat presiden. Lalu wacana itu kembali dikaji oleh Presiden Soeharto.
Pada 2014, Jokowi membentuk tim secara diam-diam untuk mengkaji kembali rencana itu. Langkah tersebut menjadi titik awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sembilan tahun lalu secara diam-diam saya membentuk tim untuk melihat kembali gagasan-gagasan yang telah dilakukan oleh presiden pertama, presiden kedua, dan selanjutnya,” ujarnya.
Pemerintah pun menetapkan wilayah di sebagian Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara baru. DPR telah merestui rencana itu melalui Undang-Undang IKN.
Pembangunan telah dimulai dan diprediksi rampung pada 2045. Jokowi menargetkan gelaran upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-79 RI digelar di IKN sebagai simbol pemindahan ibu kota. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















