MODUS Penggasak Mobil di Showroom, Inilah Kronologis dan Pengakuan Para Tersangka

MODUS Penggasak Mobil di Showroom, Inilah Kronologis dan Pengakuan Para Tersangka

SuarIndonesia – Modus penipu di salah satu showroom mobil, inilah kronologis dan pengakuan para tersangka hingga berhasil membawa mobil dan dilempar (dijual) ke Kalimantan Tengah (Kalteng).

Enam tersangka diamankan anggota dari giat gabungan unit Opsnal Jatanras Subdit 3 Dit Reskrimum Polda Kalsel, unit Buser Polres Banjar, unit Buser Polres Murung Raya dan unit Buser Polsek Laung Tuhup.

Semua atas laporan Gupran (52) dan H Anggau (66) pemilik showroom mobil dengan alamat tinggal Jalan Semarang, Kelurahan Loktabat Selatan, Rt 002, Rw 003, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Sejak pengejaran Rabu dinihari (4/11/2020) hingga (Kamis (5/11/2020) ada enam tersnagka diamankan yakni Michael Jaya S alias  Max (30), Dharma Yaksa (41), Khairadi (51) Andrian Y (35), Eman N (35) dan penadahnya Tumpak PSR (35).

Kejadian berawal pada saat pelapor Guprah dihubungi H Anggau untuk membawa satu unit mobil Toyota Hiluk Nopol DA 8213 BL miliknya yang ada d showroom, karena ada calon pembeli yang berminat.

Pada saat di rumah H Anggau terjadilah pertemuan antara  empat orang tak dikenal yang mengaku ingin membeli mobil tersebut. Kemudian salah satu dari mereka  meminta kunci mobil tersebut untuk mengetahui kondisi mobil.

Pada saat mobil dalam keadaan hidup datang satu orang lagi yang tak dikenal diketahui Eman dan membawa mobil tersebut dengan mengatakan ingin mengisi Bahan Bakar Mobil (BBM) tersebut. Setelah mobil tersebut dibawa  Eman, ke empat orang tadi langsung menghilang dari rumah pemilik showroom.

Korban maupun saksi beberapa kali menghubungi nomor ponsel salah satu orang tersebut, tetapi sudah tidak aktif lagi.

Dari keterangan ke empat tersangka, kejadian tersebut berawal saat Eman menghubungi Max minta dicarikan satu) unit mobil double cabin bodong dengan harga Rp50.000.000.

Kemudian Max mengajak tiga orang tersangka lainnya dengan iming-iming akan mendapat imbalan. Dharma dan Kharadi bertugas untuk mencari showroom di sekitar Martapura.

Setelah didapati ada showroom yang menjual mobil double cabin. Mereka berempat kemudian menghubungi pemilik showroom tersebut. Saat pertemuan tersebut, Andrian bertugas mengajak bicara dengan korban hingga terjadi aksi tersebut. (ZI)

 140 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: