SuarIndonesia – Hari raya Idul fitri atau hari kemenangan bagi umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa memang harus dirayakan dengan suka cita dan kebanggan.
Tentu saja bukan untuk sekadar gagah-gagahan, melainkan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Tuhan.
Warganya memiliki cara unik merayakan dan menyambut Idul Fitri, yakni dengan cara membuat meriam karbit dan membunyikannya di sepanjang pinggiran Sungai.
Dari itu pula menurut keterangan, Jumat (20/4/2023) , pihak Kepolisian dari Polres Banjar telah melakukan pengecekan lokasi meriam karbit yang dibuat dan rencana akan dibunyikan pada malam Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Pengecekan itu dipimpin Kapolsek Astambul, Iptu Margito, bertempat di Desa Pingaran Ilir Rt.06 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar pada Rabu(19/4/2023).
Dimana semua agar jika dilakukan aman dan memang dibunyikan tidak sampai ada membahayakan.
Tentunya dentuman meriam akan saling bersahutan di sisi sungai. Dimana persiapan biasanya dimulai awal menaikkan meriam yang berasal dari balok kayu.
Meriam itu sengaja direndam usia pakainya panjang. Kemudian meriam tersebut dibersihkan untuk membuang kotoran yang menempel selama direndam di dalam air.
Setelah dibersihkan, balok kayu yang dibagi menjadi dua bagian itu dirakit kembali menjadi satu menggunakan kain tebal.
Setelah kering, disimpai atau dililit dengan rotan, agar ketika dibunyikan, balok kayunya tidak pecah.
Seiring berjalannya waktu, tradisi meriam karbit berkembang menjadi daya tarik pariwisata.
Meriam ini biasanya akan dibunyikan mulai sejak malam takbiran, hingga hari ke tiga Idul Fitri.
Bunyi dentuman karbit ini bisa terdengar hingga radius lebih dari 3 kilometer.
Sepanjang malam mulai dari takbiran hingga menjelang pagi suara dentuman ini akan terdengar sambung menyambung dengan durasi waktu yang tidak terlampau lama. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















