Suarindonesia – Pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel akan tangani terhadap bekantan yang berkeliaran memasuki permukiman.
Dishut akan menembak bekantan-bekantan tersebut, meskipun bukan tembakan mematikan namun hanya berisi obat bius.
Hal ini disampaikan Kepala Dishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. belum lama tadi.
Menurur Hanif, pihaknya akan menyiapkan sniper atau penembak jitu untuk melumpuhkan bekantan yang tidak berada di habitat alaminya.
Saat ini diketahui ada 20 ekor bekantan di sekitaran kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Kuala, dan 15 ekor di kawasan Sungai Taib Kotabaru.
“Sniper yang kami siapkan bukan menggunakan peluru tajam, tetapi obat bius.
Kemudian bekantan tersebut bisa dialihkan ke habitat yang lebih layak,’’ katanya.
Disebutkan Hanif, perburuan tersebut akan segera dilakukan dan kemudian akan digabungkan dengan bekantan yang dipulangkan dari Kebun Binatang Surabaya (KBS).
“Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga Banua untuk melindungi dan melakukan konservasi terhadap satwa endemik Kalsel yang juga maskot kebanggaan warga Banua,’’ ujarnya.
Dijelaskan, bekantan di KBS berusia 9 sampai 10 tahun.
Bekantan yang akan dipulangkan tersebut tidak langsung dilepas ke alam, namun terlebih dahulu dihabituasi di Tahura Sultan Adam Mandiangin.
“Setelah dihabiutasi baru dilepas ke Pulau Bekantan yang masih berada di Kawasan Tahura SA.
Habituasi bertujuan untuk memulihkan kondisi bekantan setelah ditranslokasi, juga agar bekantan-bekantan tersebut merasa terikat dengan rumah barunya,’’ tambah Hanif.
Dijelaskan Hanif, Tahura mempunyai Pulau Rusa di Kawasan Waduk Riam Kanan dengan luasan 24 hektare.
“Setelah kita lcek oleh ahli bekantan prof Arif, di lokasi pulau rusa mampu ditempati 100 ekor bekantan.
Kami sudah siapkan sarananya dan sudah memadai tinggal proses pelimpahan bekantan,’’ urainya.
Menurut Hanif, dalam waktu dekat akan menyurati Walikota Surabaya melalui Bidang Perekonomian Pemkot Surabaya dengan tembusan Dishut Kalsel untuk meminta arahan dan persetujuan translokasi.
“Berdasarkan arahan dan persetujuan Walikota, maka pihak KBS akan mempersiapkan kepulangan bekantan tersebut dalam rangka translokasi,’’ bebernya.
Diketahui KBS sudah over populasi untuk bekantan, dan sebanyak 20 ekor bekantan direncanakan untuk dipulangkan ke Banua.
Sebelum memulangkan maskot Kalsel itu, Dishut Kalsel terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Jawa Timur dan pihak KBS.
Dijelaskan, di Kebun Binatang Surabaya arealnya hanya satu hektare dengan habitat 53 ekor.
“Jadi sangat tidak ideal bagi bekantan, karena itu akan dipulangkan 20 ekor. Sisanya akan kami minta pulangkan lagi,’’ kata Hanif. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















