MENJAMUR Pasar Wadai Offline, Online Berkurang

- Penulis

Senin, 19 April 2021 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Pedagang Pasar Wadai Online (PWO) yang tergabung dalam program PWO Banjarmasin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin sepertinya harus mengeluarkan berbagai macam cara untuk menjual dagangannya.

Pasalnya, dari pantauan awak media di beberapa ruas jalan kota banyak menjamur kios atau lapak dagang yang menjual berbagai macam hidangan takjil sebagai menu pengantar berbuka puasa secara offline.

Salah satu peserta PWO Banjarmasin, Emma Thalib mengaku sedikit kesulitan dalam memasarkan takjil yang ia jual lantaran banyaknya pedagang yang nekat berjualan secara offline di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat potensi lapak online miliknya hanya bisa menarik pelanggan baru sekitar 10% saja. Padahal di tahun lalu ia mampu 30% pelanggan baru.

“Tahun ini berat bagi kita pedagang PWO BJM. Kendalanya sulit mencari pelanggan baru. Karena rata-rata warga banyak memilih membeli langsung secara offline,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Alhasil, pemilik kedai online dengan nama Dapur MM Hasana Rahma itu harus lebih gigih memutar otak dalam hal promosi lapak dagang miliknya agar tidak kalah bersaing dengan pedagang offline.

“Selain ikut PWO milik Budpar, kami juga harus mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Tapi untuk sekarang Alhamdulillah pelanggan tetap membeli di tempat kita,” ujarnya.

Wanita dengan sapaan Emma itu mengaku untuk mengantisipasi agar pelanggannya tidak kecewa, ia tetap mengutamakan kualitas rasa yang sudah menjadi ciri khas takjil yang ia jual.

“Pelanggan pasti tau kualitas dari rasa kue olahan kita. Harga pun masih bisa dikatakan bersaing.” Imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Haq mengakui bahwa di Ramadhan tahun ini banyak pedagang yang menggelar lapaknya secara offline. Baik di pinggir jalan, maupun di depan rumahnya masing-masing.

Baca Juga :   APRESIASI Kinerja Polda, Siap Dukung Program Kamtibmas

Sehingga jumlah peserta atau warung yang ikut dalam program Pasar Wadai Online yang dinaungi olehnya pun berkurang.

Ia membeberkan dalam pelaksanaan Pasar Wadai Online di Ramadhan 1442 H atau tahun 2021 ini hanya diikuti oleh 145 pedagang.

“Tahun kemarin ada sekitar 150 pedagang yang ikut. Jadi hanya lima pedagang saja yang di tahun ini tidak ikut,” ucapnya kepada awak media, Senin.

Menurutnya, penurunan jumlah pedagang tersebut dikarenakan sudah bisanya warga beraktivitas di luar. Sehingga banyak warga yang memilih berjualan secara offline di rombong-rombong depan rumah.

“Ramadhan tahun kemarin kan bertepatan dengan pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Jadi banyak warga yang mengandalkan belanja online, beda dengan tahun ini,” jelasnya.

Kemudian, dari segi omset yang didapatkan selama Ramadhan di Tahun 2020, Pasar Wadai Online juga mampu meraup sekitar Rp2,7 miliar dari aktivitas dagang yang berfokus dengan cara daring tersebut.

“Kalau di tahun ini kita masih belum tahu berapa hasilnya. Tapi tentunya kita berharap bisa lebih daripada tahun kemarin,” pungkasnya.

Karenanya, ia berharap agar warga tetap bisa meramaikan lapak pedagang Pasar Wadai Online Banjarmasin. Selain untuk membantu UMKM. Hal itu juga dilakukan agar bisa mengurangi kerumunan yang terjadi akibat mulai padatnya aktivitas warga di tengah pandemi. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GANDENG Polda Kalsel, Sekretariat DPRD Kalsel Sosialisasi “Risk Assessment”
PROYEK Strategis Daerah Anggaran Infrastruktur 2027 Dibahas DPRD Kalsel dan Dinas PUPR
WARTONO MUNDUR dari Wawali Banjarbaru
AMUK API di Kawasan Pasar Baru Banjarmasin Lalap Dua Kios, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PEMBUNUHAN Terhadap Ijay Seorang Nelayan, 26 Adegan Diperagakan
RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:01

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 21:05

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 November 2026 - 21:45

WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Istimewa)

Nasional

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:05