SuarIndonesia – Beberapa investasi besar sudah berjalan di Kalsel, satu di antaranya adalah pabrik biodiesel milik PT. Jhonline Agro Raya (JAR).
“Dari catatan investas PT. JAR mencapai sekitar Rp2 triliun,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, Selasa (26/10/2021).
Menurut Nafarin, investasi di Kalsel dapat dibagi antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dijelaskan Nafarin, investasi asing untuk kilang minyak di Kotabaru dari Uni Emirat Arab senilai Rp5 triliun.
“Proyek ini masih proses pembebasan lahan,” kata Nafarin.
Selain itu, di sektor PMA senilai Rp3 triliun, yakni pengembangan smelter di Kotabaru milik PT Silo Grup. “Kalau SILO Ini tetap jalan,” sebutnya.
Di Kotabaru juga mulai penjajakan dari Qinfa Mining Industri untuk pengembangan Batubara dan turunannya. “Perusahaan ini dari Tiongkok, lokasinya di Kotabaru. nilai investasinya tak sampai satu triliun,” sebut Nafarin.
Selain PMA, di sektor PMDN, ada terbaru yang masuk dan juga menggairahkan iklim investasi dan baru saja diresmikan Presiden RI, Joko yakni peresmian Jhonlin Agro Raya (JAR).
Selain PT JAR, di sektor PDMDN juga ada perusahaan Pelsart tambang kencana di Kotabaru. “Kegiatannya tambang emas, di Kotabaru. Investasi nya belum ditaksir namun sudah ada masuk dan jalan,” sebut Nafarin.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















