MEDVEDEV: Rusia akan ‘Balas Dendam’ atas Sanksi Barat!

- Penulis

Senin, 26 Februari 2024 - 00:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Moskow akan melakukan

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Moskow akan melakukan "balas dendam" atas sanksi besar-besaran Barat. [Photo: Kremlin-Aligned Russian News Agency Ria Novosti]

SuarIndonesia — Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang merupakan tokoh garis keras dalam serangan terhadap Ukraina, mengatakan bahwa Moskow akan melakukan “balas dendam” atas sanksi besar-besaran Barat.

Sehari sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan sanksi-sanksi baru menjelang genapnya dua tahun invasi Rusia di Ukraina dan setelah kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny di penjara.

Sanksi-sanksi terbaru ini mencakup 500 target, termasuk sistem kartu kredit Mir, yang dibuat oleh Rusia untuk menghindari ketergantungan pada jaringan yang berbasis di AS, dan bisnis-bisnis utama.

“Alasan (di balik sanksi) jelas: semakin buruk bagi warga Rusia, semakin baik bagi dunia Barat,” kata Medvedev melalui media sosial, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (24/2/2024).

“Kita semua hanya perlu mengingat hal ini dan membalas dendam kepada mereka sedapat mungkin. Mereka adalah musuh kita,” cetus sekutu Putin tersebut yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia.

Dikutip detikNews, Medvedev menyerukan kepada bangsa Rusia untuk “menciptakan kesulitan dalam perekonomian bagi (Barat) dan menimbulkan ketidaksenangan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Barat yang tidak kompeten.”

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Dia juga mengatakan Rusia harus “melakukan aktivitas lain di wilayah mereka yang tidak dapat dibahas secara publik,” tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pemerintah Rusia telah dituduh mengobarkan disinformasi di negara-negara Barat.

Kremlin telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memberi tahu warga Rusia bahwa sanksi ekonomi tersebut dimaksudkan untuk merugikan warga negara biasa.

Medvedev menggantikan Vladimir Putin di Kremlin antara tahun 2008 dan 2012 dan masa jabatannya menunjukkan hubungan yang menghangat dengan Barat.

Sejak Putin mengirim pasukan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Medvedev secara rutin mengeluarkan pernyataan keras anti-Barat di media sosial. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran
IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!
TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Minggu, 12 April 2026 - 22:15

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 April 2026 - 15:12

PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15

KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

Sabtu, 11 April 2026 - 19:03

ZURIAT PAGUSTIAN se Kalsel dan Luar Daerah Memperkuat Solidaritas, Pangeran Khairul Saleh Memberikan Motivasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Sabtu, 11 April 2026 - 00:44

PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Berita Terbaru

Podium ganda putra Badminton Asia Championships 2026. (instagram: @badminton.ina)

Internasional

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 Apr 2026 - 22:15

Petugas keamanan berada di dekat baliho perundingan AS-Iran di luar pusat media di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). (AP/ANJUM NAVEED)

Internasional

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:58

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca