Suarindonesia – Maraknya jual beli pakaian bekas sedikit banyak berimbas pada UMKM lokal.
Karenanya, hal tersebut jadi perhatian Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) Kalsel.
“Menanggulangi maraknya pembelian baju barang bekas, Dinas Koperasi UKM Kalsel tentunya selalu bersinergi dengan kebijakan dari pusat,” kata Kepala Diskop dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai.
Menurut Rifai, pihaknya juga berupaya membatasi penjualan pakaian di wilayah Kalsel.
“Kita selalu menggiatkan produksi dalam negeri terutama buatan Kalsel, buatan warga Banua itu sendiri,” tambah Yanuar.
Kebijakan ini pun menjadi landasan pemerintah daerah untuk mengajak kepada masyarakat agar mencintai, membeli dan mengkonsumsi produk-produk UMKM yang kualitasnya tidak kalah bersaing dengan barang impor.
Pemprov Kalsel juga terus bersinergi dengan jajaran instansi memberikan program khusus sebagai insentif bagi UMKM lokal untuk meningkatkan produktivitas serta pemasaran melalui platform digital.
“Pemanfaatan digitalisasi tentu sebagai pilihan untuk mengikuti perkembangan zaman, sehingga pemasaran dapat diperluas target serta jangkauan pasar,” tuturnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















