MANTAN Bendahara Bawaslu Banjar Dituntut 7 Tahun 6 Bulan Penjara Plus Denda

- Penulis

Rabu, 26 Oktober 2022 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Saupiah, mantan Bendahara Bawaslu Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, dituntut 7 tahun 6 bulan penjara,  plus dendanya.

Perkara korupsi anggaran pengawasan Pilkada pada Bawaslu Kabupaten Banjar  ini semakin mendekati ujungnya yakni vonis.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Jamser Simanjuntak, terdakwa Saupiah hadir secara virtual mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Rabu (26/10/2022).

Jaksa Penuntut Umum, Setyo Wahyu menuntut terdakwa pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara.

Terdakwa Saupiah juga dituntutkan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 1,3 miliar.

“Jika tidak dibayarkan paling lama satu bulan pasca keputusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita Jaksa untuk dilelang.

Jika tidak memiliki harta benda yang mencukupi maka dipenjara selama 3 tahun dan 9 bulan,” ujar Setyo.

Tuntutan tersebut didasarkan pada keyakinan Jaksa dan bukti-bukti serta kesaksian saksi-saksi selama persidangan bahwa terdakwa telah melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi seperti dalam dakwaan primair.

Hal ini seperti didalilkan Jaksa Penuntut Umum pada dakwaan primairnya.

Baca Juga :   KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

Saat diberi kesempatan menyampaikan pembelaan, terdakwa melalui penasihat hukumnya Ernawati meminta keringanan hukuman kepada Majelis Hakim.

Menanggapi pembelaan itu, Jaksa Penuntut Umum tegas untuk tetap pada tuntutannya.

Pasalnya kata Jaksa, pihak terdakwa tidak menyampaikan pembelaan terkait substansi tuntutan dan hanya sebatas meminta keringanan.

Vonis terhadap terdakwa Saupiah direncanakan bakal dibacakan pada agenda sidang lanjutan pada Bulan November Tahun 2022.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Saupiah didudukkan di hadapan meja hijau setelah diduga menyelewengkan dana kas Bawaslu Banjar sebesar Rp 1,3 miliar.

Ia juga telah mengakui memalsukan tandatangan pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk bisa mencairkan dana kas Bawaslu Banjar yang bersumber dari hibah khusus Pemkab Banjar Tahun 2020 lalu. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru