Datu Labah Murid Datu Balimau Bernama Asli Gusti Saaluddin (1 / bersambung)

- Penulis

Kamis, 17 Januari 2019 - 19:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Makam wali Allah yang satu ini mulai dikenal masyarakat umum. Makam Datu Labah, tidak jauh tempatnya dengan keluarga dan pusara salah satu gurunya yaitu Syekh Ahmad bin H. Muhammad As’ad di Balimau.

Datu Labah bernama asli Haji Gusti Saaluddin bin Gusti Maleh diperkirakan lahir sekitar tahun 1821. Ayahnya seorang Pangeran di Kesultanan Kotawaringin yang bergelar Pangeran Adipati Antakesuma 2.

Dari beberapa catatan keluarga Pagustian di Kotawaringin, Martapura dan Amuntai. Pangeran Adipati Antakesuma 2 memiliki banyak anak di antaranya Ratu Sukma Negara dan Ratu Anom Suryawinata, pada versi lain disebutkan juga Haji Gusti Abdul Kopi.

Haji Gusti Saaluddin memiliki gelar kebangsawanan Pangeran Suryandaka Ardi Kesuma seseorang yang luas wawasan dalam ilmu agama dan juga sakti penuh wibawa. Haji Gusti Saaluddin diangkat sebagai seorang penghulu pada wilayah Banua Lima sekitar tahun 1860-1865. Distrik Amuntai/Amonthaij/Amoenthaij/Amoenthai adalah bekas distrik (kawedanan) yang merupakan bagian dari wilayah administratif Onderafdeeling Amuntai, Alabio dan Balangan pada zaman kolonial Hindia-Belanda dahulu.

Sekadar gambaran sistem pemerintahan pada masa Sultan Adam Al Watsiqubillah seperti berikut :

1. Mufti : hakim tertinggi, pengawas Pengadilan umum
2. Qadi : kepala urusan hukum agama Islam
3. Penghulu : hakim rendah
4. Lurah : langsung sebagai pembantu
5. Lalawangan (Kepala Distrik) dan mengamati pekerjaan beberapa orang Pambakal (Kepala Kampung) dibantu oleh Khalifah, Bilal dan Kaum.
6. Pambakal : Kepala Kampung yang menguasai beberapa anak kampung.
7. Mantri : pangkat kehormatan untuk orang-orang terkemuka dan berjasa, di antaranya ada yang menjadi kepala desa dalam wilayah yang sama dengan Lalawangan.
8. Tatuha Kampung : orang yang terkemuka di kampung.
9. Panakawan : orang yang menjadi suruhan raja, dibebas dari segala macam pajak dan kewajiban.

Haji Gusti Saaluddin yang bergelar Datu Labah atau Datu Sulabah atau Datu Labai sejak kecil berada dalam lingkungan keluarga berkecukupan dan taat beragama. Ayahnya seorang Pangeran Adipati di Kesultanan Kotawaringin.

Baca Juga :   MENGEJUTKAN ! Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto Diganti, Wakapolda Gantikan Posisinya

Masa mudanya dihabiskan menuntut ilmu agama di kota Martapura, kota yang kala itu terkenal sebagai gudangnya ulama-ulama terkemuka, para dzuriyyatnya Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang merupakan benteng aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah pada masa itu dan sampai sekarang.

Haji Gusti Saaluddin adalah keturunan bangsawan banjar yang dikenal berjiwa ksatria dan sangat mencintai rakyatnya. Saat diangkat menjadi penghulu, Haji Gusti Saaluddin bertekad menunaikan tugas dan kewajibannya itu dengan sebaik-baiknya yang didasari kecintaan dan baktinya kepada tanah leluhur datu-datunya.

Banua Lima atau sekarang orang menyebut Banua Enam merupakan sebuah wilayah dari Kesultanan Banjar yang meliputi daerah Amuntai, Alabio, Sungai Banar, Kalua dan Negara.

Pada masa Banua Lima masuk dalam kancah Perang Banjar yang merupakan reaksi terhadap sengketa pergantian tahta kesultanan ketika Pemerintah Hindia Belanda terlalu ikut campur dalam hal penunjukkan calon sultan yang sebenarnya kurang disenangi rakyat.

Dalam hal ini antara Pangeran Tamjid yang didukung penuh Belanda dengan Pangeran Hidayat yang didamba-dambakan rakyat sebagai pengganti kakeknya, Sultan Adam Al Watsiqubillah.

Haji Gusti Saaluddin yang merupakan salah satu tokoh Banua Lima dihadapkan keputusan sulit untuk menjatuhkan keberpihakan kepada siapa, antara membela marwah Kesultanan Banjar atau menghadapi taktik devide et impera yang dilakukan Belanda.

Namun setelah melalui tafakkur Ilallah serta sudut pandang yang murni terlahir dari hati seorang Putera Asli Banua, beliau mengambil keputusan bulat untuk bertekad berjuang bersama-sama Pangeran Hidayat,Tumenggung Jalil, Penghulu Rasyid, Gusti Matseman, Gusti Matsaid dan lain-lainnya. (bersambung)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca