Liverpool Permalukan Barcelona 4-0 di Anfield

Liverpool Permalukan Barcelona 4-0 di Anfield
Barcelona gagal mengimbangi permainan ekstra menekan Liverpool. (Paul ELLIS / AFP)

Suarindonesia – Barcelona hanya bisa menyalahkan diri sendiri ketika dikalahkan Liverpool 0-4 di Stadion Anfield, Selasa (7/5) malam waktu setempat, pada leg kedua semifinal Liga Champions.

Kekalahan 0-4 Barcelona dari Liverpool akan selalu diingat sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions. Bagaimana tidak, klub asal Catalonia itu membuang keunggulan tiga gol pada leg kedua semifinal Liga Champions.

Dua gol dari Divock Origi dan dua gol dari Georginio Wijnaldum memastikan langkah Liverpool lolos ke final Liga Champions untuk kali kedua beruntun. Dan Barcelona tidak bisa menunjuk pihak lain sebagai biang kekalahan dari Liverpool.

Barcelona benar-benar bermain buruk dan hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Barcelona salah berjemaah karena tumpul di lini depan, kalah di lini tengah, dan lengah di lini belakang. Padahal Liverpool sudah tidak diperkuat Mohamed Salah dan Roberto Firmino yang harus absen karena cedera.

Di lini belakang, para bek Barcelona tampil di bawah performa terbaik. Bek kiri Jordi Alba melakukan blunder yang berujung pada dua gol pertama Liverpool. Untuk gol ketiga yang tercipta melalui sundulan Wijnaldum, Gerard Pique dan Clement Lenglet gagal mengantisipasi pergerakan pemain asal Belanda itu saat melakukan duel udara.

Gol keempat Liverpool yang diciptakan Origi benar-benar menggambarkan buruknya lini pertahanan Barcelona. Di momen genting, lini belakang Barcelona lengah dan tidak siap saat Trent Alexander-Arnold mengambil sepak pojok dengan cepat dan memberi assist kepada Origi.

Lini tengah Barcelona juga pantas disalahkan. Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Arturo Vidal gagal mengimbangi permainan tempo tinggi lini tengah Liverpool yang diisi James Milner, Jordan Henderson, dan Fabinho.

Tumpul di Depan

Lini depan Barcelona juga hilang sentuhan. Lionel Messi, Philippe Coutinho, dan Luis Suarez memiliki sejumlah peluang emas sepanjang pertandingan. Tapi, penyelesaian akhir yang buruk membuat Barcelona gagal mencetak gol. Padahal Barcelona memiliki lima shot on target pada laga di Anfield.

Baik Messi, Coutinho, dan Suarez sama-sama memiliki peluang di depan gawang Alisson Becker. Dengan kaliber pemain seperti mereka bertiga, Barcelona seharusnya bisa setidaknya mencetak satu gol saat melawan Liverpool. Namun, Barcelona justru mengulangi kesalahan Liverpool di leg pertama di Camp Nou.

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mungkin sosok yang paling pantas disalahkan. Mantan pelatih Athletic Bilbao itu untuk dua musim beruntun tidak memiliki solusi saat Barcelona menghadapi tim dengan strategi permainan ekstra menekan. Musim lalu AS Roma menyingkirkan Barcelona di perempat final Liga Champions dengan gaya permainan yang hampir sama dengan Liverpool.

Padahal musim ini Valverde merekrut pemain seperti Arturo Vidal dan Kevin-Prince Boateng agar lini tengah Barcelona mampu bermain lebih garang. Namun, usaha Valverde tidak membuahkan hasil karena Barcelona tetap tidak mampu menghadapi tim ekstra menekan seperti Liverpool. (CNNIndonesia/RA)

 268 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: