Lima Pemain Berdarah Indonesia Pernah Memperkuat Ajax

- Penulis

Kamis, 9 Mei 2019 - 19:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irfan Bachdim pernah memperkuat Jong Ajax. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Suarindonesia – Kejutan Ajax Amsterdam terhenti di semifinal Liga Champions usai disingkirkan Tottenham Hotpsur di Stadion Johan Cruijff, Kamis (9/5) dini hari WIB.

Sejumlah pemain De Godenzonen, Hakim Ziyech, Mathijs de Ligt, dan David Neres menjadi bidikan klub-klub besar Eropa.

Ajax tidak melulu diisi pemain-pemain dunia dari Eropa. Pemain berdarah Asia khususnya Indonesia juga sempat bermain di sana, baik di tingkat junior maupun senior.

Sedikitnya ada lima pemain berdarah Indonesia yang pernah memperkuat klub asal Belanda tersebut. Saat ini, Ajax bermain dalam kompetisi top di Belanda, Eredivise.

Berikut ini lima pemain berdarah Indonesia yang pernah memperkuat Ajax:

1. Adjie Massaid

Aktor, model, dan politisi Indonesia yakni almarhum Adjie Massaid pernah menjajal lapangan hijau di Belanda. Dilansir dari berbagai sumber, Adjie dan keluarga pindah ke Belanda pada 1975, saat itu dia masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar.

Untuk mengisi kegiatan di sana, Adjie bergabung dengan Ajax Amsterdam Junior. Akan tetapi, tawaran bermain sinetron dan film tampaknya lebih menggiurkan baginya.

Kendati begitu, Adjie masih menjaga kebugaran dengan bermain futsal di sela-sela kesibukannya tersebut dan bahkan pernah menjadi manajer Timnas Indonesia U-23. Namun tiada yang menyangka lapangan hijau menjadi tempat berakhirnya hidup ayah dari tiga orang anak itu.

Adjie meninggal usai bermain futsal diduga kena serangan jantung pada 5 Februari 2011.

2. Jairo Riedwald

Pemain kelahiran Harleem, Belanda, ini memiliki keturunan Indonesia. Ia berdarah campuran dari Belanda, Suriname, dan Indonesia.

Ayah Riedwald berasal dari Suriname. Sementara ibunya berdarah campuran Belanda dan Indonesia.

Ketika usianya 11 tahun, Riedwald bergabung dengan Ajax pada 2007. Memasuki tingkat senior pada 2013, ia lanjut memperkuat Ajax hingga 2017.

Selama bermain di Belanda, ia tampil sebanyak 82 kali dan mencetak tiga gol. Bek 22 tahun tersebut saat ini memperkuat Crystal Palace.

3. Kenny Tete

Tete lahir dan dibesarkan di Amsterdam, sebagai anak dari seorang ayah asal Mozambik dan ibu asal Indonesia.

Sama seperti Riedwald, Tete juga bergabung dengan Ajax sejak junior pada 2005. Ketika itu, ia masih berumur 10 tahun.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

Memulai tingkat senior pada 2013, bek kanan ini pun memulai dari Ajax selama empat tahun. Di sana, ia bermain sebanyak 86 kali dan menyumbang empat gol.

Saat ini, Tete bermain untuk Lyon sejak 2017. Ia sudah tampil sebanyak 30 kali dan menyumbang satu gol.

4. Irfan Bachdim

Penyerang Bali United ini membela Ajax Amsterdam di tingkat junior pada 1998. Saat itu, ia berusia 10 tahun.

Di Ajax, Bachdim berlatih bersama Mitchell Donald, Jeffrey Sarpong, Christian Supusepa dan Ryan Babel. Ia kemudian pindah ke SV Argon pada 2000, dan menjadi sorotan karena berhasil meraih predikat pencetak gol terbanyak walau bermain di posisi gelandang.

Bakat sepak bola Bachdim berasal dari sang ayah, Noval Bachdim. Noval merupakan pemain nasional keturunan Arab yang lahir di Malang.

Pada 1980-an, ia pindah ke Belanda dan menetap selama 20 tahun. Di sana, ia menikah dengan wanita Belanda bernama Hester van Dijk.

5. Ezra Walian

Setelah empat tahun memperkuat tim junior Ajax sejak 2012, Ezra bermain untuk Jong Ajax selama setahun hingga 2017. Di Jong Ajax, ia tampil 22 kali dan mencetak lima gol.

Ezra resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah melakukan sumpah WNI di Kantor Wilayah Kemenkumham, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (18/5). Pemain berdarah Manado itu saat ini bermain untuk RKC Waalwijk sebagai pemain pinjaman dari Almere City.

Di Almere City, ia bermain sebanyak 15 kali dengan sumbangan empat gol. Sedangkan di RKC Waalwijk, Ezra baru mencatat dua gol dari 13 penampilan. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan
TNI AU Pantau Perkembangan Penanganan Karhutla
2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01