TNI AU Pantau Perkembangan Penanganan Karhutla

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat angkut TNI AU jenis CN-295 mengangkut cairan NaCl dan dry ice untuk kebutuhan OMC di Kalimantan, Minggu (25/10/2026). (HO-Puspen Mabes TNI)

Pesawat angkut TNI AU jenis CN-295 mengangkut cairan NaCl dan dry ice untuk kebutuhan OMC di Kalimantan, Minggu (25/10/2026). (HO-Puspen Mabes TNI)

SuarIndonesia — Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan pihaknya selalu memantau perkembangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah.

Pemantauan itu dilakukan TNI AU untuk mengetahui wilayah mana saja yang harus ditangani TNI AU terlebih dahulu dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau water bombing.

Dikatakan Feri, berdasarkan data per Selasa (27/10) yang diambil dari Laporan Situasi (Lapsit) Posko Karhutla di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tercatat ada 164 titik api awal dengan luas wilayah terdampak mencapai 708,95 hektare di tiga wilayah, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Dari jumlah tersebut, 88 titik api dengan luas 224,93 hektare telah dipadamkan, sedangkan 76 titik api dengan luas 484,02 hektare masih dalam proses penanganan,” kata Feri di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Feri menjelaskan Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang cukup parah dilanda karhutla karena memiliki 126 titik api awal dan luas wilayah terdampak 602,65 hektare. Dari jumlah titik api itu, sebanyak 55 titik api dengan luas 130,33 hektare telah dipadamkan. Sementara 71 titik api dengan luas 472,32 hektare masih dalam proses penanganan.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera Selatan, TNI AU bersama instansi terkait dan pemerintah daerah berhasil memadamkan 26 dari 29 titik api.

“Lalu di Kalimantan Selatan tujuh dari sembilan titik api telah berhasil dipadamkan,” ucapnya.

Dia melanjutkan hingga saat ini, TNI AU masih mengerahkan 11 pesawat angkut dan lima helikopter ke wilayah-wilayah tersebut untuk operasi penanganan karhutla.

Tidak hanya itu, personel di lanud terdekat dari lokasi karhutla juga dikerahkan untuk memadamkan api secara manual di darat.

Feri memastikan seluruh upaya itu akan terus dikerahkan hingga titik api di seluruh wilayah bencana karhutla benar-benar padam.

Baca Juga :   26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Maksimal tangani karhutla walau banyak kendala

Sementara itu, dilansir dari Antara, Kadispenau Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi memastikan pihaknya akan terus memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) walaupun terjadi banyak kendala di lapangan.

“Melalui kesiapan alutsista, dukungan personel, perencanaan operasi yang matang serta koordinasi dengan instansi terkait, kami terus mengoptimalkan kekuatan udara untuk mendukung penanganan karhutla,” kata Feri.

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi personel di lapangan, yakni keterbatasan waktu dalam memadamkan titik api. Hal itu terjadi karena proses pemadaman, terutama operasi water bombing dengan helikopter tidak bisa di lakukan pada malam hari.

“Pemadaman dari udara tidak dapat dilaksanakan pada malam hari. Kondisi tersebut membuat operasi harus disesuaikan dengan waktu dan kondisi yang memungkinkan untuk menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan,” ungkap Feri.

Selain waktu, kata dia, personel juga kerap menghadapi kendala cuaca terutama saat operasi water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Jika terjadi hujan ataupun asap tebal, lanjut dia, maka para penerbang tidak bisa menuju ke lokasi karena jarak pandang pilot menjadi pendek.

“Khusus untuk OMC, pelaksanaannya bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk disemai sehingga waktu dan lokasi pelaksanaan operasi harus mempertimbangkan hasil analisis kondisi cuaca serta potensi pertumbuhan awan,” ujar Feri. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan
2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI
PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa
BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika
MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:00

2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:42

BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Berita Terbaru


Ilustrasi visual yang menggambarkan kesiapan bantuan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. (SI/UT/@Gemini.Ai)

Kalteng

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:59

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (HO-Antara)

Hukum

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:40