SuarIndonesia – Lautan jemaah berbaju putih dengan lantunan sholawat dan takbir dari depan Masjid Jami hingga ke lokasi rencana pemakaman KH Ahmad Zuhdiannor di samping rumahnya di Antasan Kecil Timur, berjejer tak bisa dibendung lagi.
Bahkan mobil yang ditumpangi almarhum nyaris tak bisa masuk meski pagar betis relawan menjaga ketat. Saking banyaknya jemaah yang ingin melepas kepergian guru yang selama-lamanya.
Keputusan pemakaman almarhum tersebut merupakan hasil kesepakatan pihak keluarga almarhum ulama kharismatik yang dicintai jemaahnya itu.

Maklum sebelumnya sempat tersiar kabar jenazah Guru Zuhdi akan dimakamkan di Komplek Kota Citra Graha samping Majid Jalan. A Yani Km 18 Banjarbaru.
Namun pihak keluarga sepakat jenazah Guru Zuhdi dimakamkan di samping rumah yang juga dijadikan komplek pengajian oleh almarhum ketika masih sehat.
Bahkan untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan dan izin dari pemerintah bahwa lokasi pengajian dan rumah serta makam Guru Zuhdi diseterilkan oleh pengurus Masjid dan pihak kepolisian, setelah sebelumnya disiapkan di Kota Citra.

“Hanya pihak keluarga dan kerabat dekat yang diperkenankan memasuki atau melihat proses pemakaman,” ujar kerabat dekat almarhum Guru Zuhdi.
Meski demikian sebelum dilakukan pemakaman ulama murah senyum dan dalam ceramah terkadang suka humor ini, di tengah pandemi wabah virus Corona saat ini, jemaah bisa menyaksikan lewat live streming Aswaja.net YouTube.

Saat ini masih berlangsung silih berganti sampai selesai Sholat Isya pelaksanaan shalat Fardhu Kifayah. Sesekali murid yang datang silih berganti mencium keranda yang diistirahatkan di rumah duka.
Bahkan hingga berita ini ditulis proses fardhu kifayah shalat jenazah masih berlangsung dan tampak berbagai ulama juga terus berdatangan untuk mendoakan ulama kharismatik ini. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















