LANGKA ELPIJI 3 KG, Hamdiah Beralih ke Kayu Bakar

- Penulis

Jumat, 19 Februari 2021 - 20:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Kelangkaan gas LPG 3 Kg yang terjadi di Kota Banjarmasin memaksa warga miskin untuk bersabar menghadapi keadaan. Bahkan, kelangkaan tersebut tak sedikit warga yang beralih ke bahan bakar lain.

Salah satunya Hamdiah, Warga Teluk Ujung Benteng, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan ini terpaksa meninggalkan gas melon yang seharusnya memang diperuntukkan bagi warga miskin tersebut.

“Di sini sangat sulit mencari gas. Jadi mau tidak mau kami kembali ke kayu bakar lagi agar bisa memasak keperluan sehari-hari,” ungkapnya saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (19/02/2021) siang.

Ia mengaku, kondisi tersebut sudah lama terjadi, tepatnya ketika banjir melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan.

“Saya lebih sudah seminggu memasak pakai kayu bakar, ya mau bagaimana lagi, gas di sini sangat sulit dicari,” keluhnya.

Menurut wanita berusia 50 tahun itu menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh dirinya saja. Pasalnya, banyak tetangganya yang kini juga beralih ke bahan bakar kayu.

“Malah mereka beli kayu bakar yang berasal dari sisa-sisa pembangunan Jembatan Antasan Bromo atau juga sampah kayu yang hanyut terbawa arus,” bebernya.

“Jangankan di pangkalan, di warung pengecer pun juga tidak ada. Walaupun ada, kami warga di sini juga tidak mampu beli, harganya bisa mahal Rp50 sampai Rp60 ribu satu tabungnya,” tandasnya.

Oleh karena itu, wanita yang tinggal di pesisir Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan itu mengaku sangat mengharapkan program maupun kebijakan agar bisa mengatasi problema yang sudah sudah menjadi momok bagi masyarakat miskin ini.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

“Pemerintah setempat harus peka dan melihat bagaimana kondisi kami di ujung Banjarmasin ini. Sangat sulit nyari gas,” imbuhnya.

“Kami juga berharap di Pulau Teluk Ujung Benteng ini ada pangkalan gas LPG. Jadi kami tidak perlu ke seberang membelinya. Soalnya, stok pangkalan gas di sana saja masih belum bisa memenuhi keperluan warga di sana,” tutupnya.

Selain Hamdiah, juga ada Aldi, pedagang pentol keliling yang sering mangkal di Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo, Mantuil. Ia memilih untuk pindah menggunakan kompor minyak.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan Aldi lantaran dirinya kesulitan untuk membeli gas LPG 3 kg yang biasa digunakannya untuk memanaskan pentol dagangannya.

“Padahal jika dihitung-hitung kompor minyak lebih boros dibandingkan gas. Tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak pindah ke kompor minyak kami tak bisa jualan,” tukasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Hanny, pedagang gorengan yang ada di Jalan Malinau, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu mengaku hanya punya satu tabung gas.

“Kalau gas ini habis, terpaksa kami libur dulu sambil nunggu gas datang lagi,” ujarnya.

Dibandingkan Hamdiah dan Aldi, Hanny lumayan beruntung lantaran rumah tempatnya berdagang bersebelahan dengan pangkalan gas melon. Sehingga selalu kebagian kalau stok gas LPG datang.

Sedangkan Hamdiah, harus menyeberang dulu untuk bisa mendapatkan gas melon yang diperuntukkan bagi warga miskin tersebut.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
POLISI BUBARKAN Sekelompok Pemuda Aksi “Cosplay Tuyul” di Jalan Raya
LAKA MAUT di A Yani Km 5 Banjarmasin Tewaskan Seorang Pria asal Palolo
SEMBILAN WNI Korban Penahanan Israel Kembali ke Tanah Air
PERKELAHIAN Sekelompok Remaja di Depan Hotel Jalan A. Yani Km 2,5 Banjarmasin
BANUA QRIStival 2026, Siring 0 Km jadi Kawasan Wisata Digital
DIAJAK ANGGOTA DPRD Balangan Hj Sri Huriyati Hadi Warisi Semangat R.A. Kartini

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca