Lahan untuk Renovasi Tiga Jembatan di Sungai Lulut segera Dibebaskan

- Penulis

Selasa, 15 Januari 2019 - 02:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Tahun 2019 ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin kebagian proyek pembebasan lahan pada proyek pelebaran jalan dan renovasi jembatan tepat di Sungai Lulut yang menjadi titik kemacetan terparah Kota Banjarmasin.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Achmad Fanani Syaefudin. Dia mengatakan Pemko Banjarmasin kebagian pembebasan lahan pada tiga buah jembatan di Sungai Lulut.

“Lahan yang akan kita bebaskan terdiri dari tiga jembatan di Sungai Lulut. Kita mendapat kebagian tersebut sesuai dengan teritorial Kota Banjarmasin. Karena lahan lainnya merupakan wilayah Kabupaten Banjar,” ucap Fanani kepada awak media, Senin (14/1) siang.

Meski kebagian pembebasan lahan di tiga jembatan, Fanani mengungkapkan masih belum bisa memastikan berapa persil bangunan yang akan dibebaskan karena masih tahap aprraisal.

“Ini masih tahap aprraisal dan kita masih menunggu berapa persil bangunan yang akan kita bebaskan pada kawasan tiga jembatan tersebut. Intinya kita tunggu saja nanti akan kita sampaikan kalau mendapat hasil” terang Fanani.

Lebih lanjut Fanani menyebutkan anggaran yang disediakan untuk pembebasan lahan melalui APBD Kota Banjarmasin sekitar Rp30 miliar yang langsung dibayarkan kepada masing-masing warga sesuai penilaian aprraisal.

Baca Juga :   KEPERGOK Ingin Curi Helm Dikejar Warga Berakhir Terjun ke Sungai Martapura

Adapun pengerjaan pembangunan proyek tiga jembatan di daerah Sungai Lulut tersebut meliputi Jembatan Sungai Gardu 1, Gardu 2 dan 3 dan menunggu hasil pembebasan lahan dari Pemko Banjarmasin yang masih dalam tahap aprraisal.

“Hingga kini masih belum selesai, masih penilaian. Sementara soal dana untuk pembangunan sudah dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Kalsel,” kata Fanani

Fanani mengungkapkan soal pembebasan di kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Banjar pihaknya masih belum mengetahui perkembangannya. “Bisa ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin
DIDUKUNG Adaro, PWI Kalsel Bekali 24 Wartawan Hadapi UKW Angkatan XXIV

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru