Suarindonesia – Tahun 2019 ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin kebagian proyek pembebasan lahan pada proyek pelebaran jalan dan renovasi jembatan tepat di Sungai Lulut yang menjadi titik kemacetan terparah Kota Banjarmasin.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Achmad Fanani Syaefudin. Dia mengatakan Pemko Banjarmasin kebagian pembebasan lahan pada tiga buah jembatan di Sungai Lulut.
“Lahan yang akan kita bebaskan terdiri dari tiga jembatan di Sungai Lulut. Kita mendapat kebagian tersebut sesuai dengan teritorial Kota Banjarmasin. Karena lahan lainnya merupakan wilayah Kabupaten Banjar,” ucap Fanani kepada awak media, Senin (14/1) siang.
Meski kebagian pembebasan lahan di tiga jembatan, Fanani mengungkapkan masih belum bisa memastikan berapa persil bangunan yang akan dibebaskan karena masih tahap aprraisal.
“Ini masih tahap aprraisal dan kita masih menunggu berapa persil bangunan yang akan kita bebaskan pada kawasan tiga jembatan tersebut. Intinya kita tunggu saja nanti akan kita sampaikan kalau mendapat hasil” terang Fanani.
Lebih lanjut Fanani menyebutkan anggaran yang disediakan untuk pembebasan lahan melalui APBD Kota Banjarmasin sekitar Rp30 miliar yang langsung dibayarkan kepada masing-masing warga sesuai penilaian aprraisal.
Adapun pengerjaan pembangunan proyek tiga jembatan di daerah Sungai Lulut tersebut meliputi Jembatan Sungai Gardu 1, Gardu 2 dan 3 dan menunggu hasil pembebasan lahan dari Pemko Banjarmasin yang masih dalam tahap aprraisal.
“Hingga kini masih belum selesai, masih penilaian. Sementara soal dana untuk pembangunan sudah dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Kalsel,” kata Fanani
Fanani mengungkapkan soal pembebasan di kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Banjar pihaknya masih belum mengetahui perkembangannya. “Bisa ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















