SuarIndonesia – Seribuan hektare lahan milik Kodim 1006/Banjar masih berstatus lahan tidur atau belum tergarap.
Dari luasan lahan 2.487 hektar, 901,91 hektar diantaranya digunakan untuk Mako Yonif 623/Bhakti Wira Utama.
Seluas 66 hektar lahan telah dikelola untuk berbagai jenis tanaman, seperti padi jenis siam, singkong jenis adira-1, dan kopi jenis liberica. Sementara seluas 1.519,09 hektare lahan lainnya masih tak tergarap.
Korem 101/Antasari berinisiatif menggandeng mitra usaha tani profesional. Kolaborasi pengelolaan 1.200 hektar lahan.
Fokus pada perkebunan jagung direncanakan seluas 800 hekter, budi daya ternak sapi yang dalam tahap awal direncanakan 100-200 ekor, dan area pengembangan pakan ternak seluas 23 hekter, budi daya holtikultura serta budi daya ternak ikan patin dan nila dengan media bioflog seluas 10 hekter.
Sinergi diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan, membuka lapangan kerja, dan mewujudkan kemandirian ekonomi bagi masyarakat di wilayah Kodim 1006 Banjar.
Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso, usai melakukan penanaman jagung secara simbolis di Bukit Petruk, Jl. P. M. Noor Sungai Ulin, Kota Banjarbaru pada Sabtu (8/6/2024) menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan di Kalsel.
“Pemprov Kalsel siap bersinergi dengan TNI AD dan mitra usaha tani untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan tidur di Kodim 1006 Banjar.
Kami yakin program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Adi Santoso.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















