Suarindonesia – Menyusul adanya fasilitas Alat Peraga Kampanye (APK) yang disedaikan Pemerintahan melalui KPU Kalsel kepada peserta Pemilu 2019 lalu, kurang dimanfaatkan secara maksimal. Karena itulah KPU melalui bedah dalam rapat evaluasi fasilitasi kampanye pada pemilu tahun 2019, di Hotel Best Western Banjarmasin, Rabu (07/08/2019.
Padahal, jumlah APK yang difasilitasi lembaga penyelenggara pemilu ini di antaranya 11 baliho yang diperuntukkan bagi parpol, 5 baliho untuk DPD RI, dan 16 baliho buat pasangan presiden dan wakil presiden.
Ketua KPU Kalsel Sarmuji menyatakan, tidak dimaksimalkannya peserta pemilu berupa baliho dan spanduk.“Fasilitas yang seperti ini tak maksimal, karena tak semua partai itu kemarin ambil semuanya. Dari sini kan sangat disayangkan sekali. Padahal negara memfasilitasi,” tegas Sarmuji kepada awak media, dalam rapat evaluasi fasilitasi kampanye pada Pemilu Tahun 2019.

Pada Rapat Evaluasi Fasilitas Kampanye yang terdiri perwakilan LSM, Partai, KPU dan Bawaslu se Kalsel, juga perwakilan media dan sejumlah wartawan, Sarmuji mengatakan kegiatan, evaluasi ini diharapkan dapat disampaikan permasalahan-permasalahan selama fasilitasi kampanye pemilu 2019 beberapa waktu lalu, tujuannya untuk menyempurnakan grand design KPU RI pada fasilitasi kampanye Pemilu mendatang.
“Dengan forum ini mari kita melakukan pembenahan dan penyempurnaan, baik dari peserta Pemilu, pemerintah kabupaten, juga KPU sendiri,” bebernya.

Bahkan, untuk itu, KPU memerlukan masukan dan tanggapan dari semua stakeholder mengenai bagaimana fasilitasi kampanye Pemilu.
Termasuk, saran untuk memperbaiki sistem demokrasi dengan menghadirikan nara sumber dari selain KPU Kalsel, Bawaslu, Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Kalsel Drs H Kurnadiasyah, juga dari KPID Kalsel Ir Marliyana. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















