KOMPOLNAS: 3 Polisi di Katingan Diduga Alami Penyiksaan, Bukan Tewas Tenggelam!

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam mengecek lokasi kejadian di Katingan Senin (6/7/2026) sore. (Foto: Humas Polres Katingan)

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam mengecek lokasi kejadian di Katingan Senin (6/7/2026) sore. (Foto: Humas Polres Katingan)

SuarIndonesia — Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, mengungkap adanya dugaan ketiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan tidak meninggal akibat tenggelam, melainkan mengalami penyiksaan sebelum jasad mereka dibuang ke sungai.

Dugaan tersebut muncul setelah timnya melakukan pemeriksaan langsung di lima titik tempat kejadian perkara (TKP), meninjau hasil autopsi, serta meminta keterangan dari aparat desa, tokoh masyarakat hingga warga sekitar.

“Dari hasil pengecekan lapangan, hasil autopsi dan karakter lokasi, kami menduga mereka mengalami penyiksaan. Dugaan kuat kami, mereka meninggal lebih dulu di darat kemudian baru dibuang ke sungai. Ini adalah peristiwa yang sangat tragis,” ujar Choirul Anam saat konferensi pers di Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026) melansir detikKalimantan.

Menurutnya, insiden berdarah itu bermula ketika anggota Satresnarkoba datang menjalankan tugas resmi untuk menangkap terduga bandar narkoba. Petugas telah memperkenalkan diri sebagai polisi serta menunjukkan surat tugas. Namun, kedatangan mereka justru diteriaki sebagai ‘perampok’.

Teriakan itu memancing sejumlah anggota keluarga target berdatangan membawa senjata tajam hingga senjata api rakitan sehingga situasi berubah menjadi ricuh. Beberapa anggota polisi mengalami luka dan memilih mundur agar tidak terjadi korban lebih banyak, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat.

Tiga anggota Polres Katingan yang gugur dalam operasi penangkapan pelaku kasus narkoba. (Foto: HO-Divisi Humas Polri)

“Yang kami sesalkan, ketika anggota sudah memilih mundur, pengejaran tetap dilakukan. Dari situlah rangkaian peristiwa tragis ini terjadi,” katanya.

Kompolnas juga menemukan fakta bahwa kelompok keluarga yang diduga melakukan penyerangan memiliki rekam jejak sosial yang kurang baik di lingkungan setempat. Berdasarkan keterangan warga, keluarga tersebut kerap membuat keresahan sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.

“Banyak warga mengeluhkan perilaku keluarga tersebut. Ada yang mengaku rumahnya pernah didatangi sambil membawa parang dan melakukan intimidasi. Karena itu, ketika polisi datang melakukan penindakan, justru banyak warga yang menyampaikan apresiasi kepada kepolisian,” ungkap Choirul.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan operasi penangkapan terhadap jaringan narkoba tersebut telah dilaksanakan sesuai prosedur. Bahkan sebelum penggerebekan, personel telah melakukan penyelidikan selama beberapa waktu dan menyusun pembagian tugas secara rinci, termasuk menempatkan polisi wanita untuk mengantisipasi target perempuan.

Kapolda menjelaskan, saat situasi tidak terkendali, anggota memilih menyelamatkan diri dengan melompat ke Sungai Katingan karena jalur darat telah dikuasai kelompok pelaku. Mereka sempat berkumpul di sebuah daratan kecil dan diketahui beberapa personel mengalami luka.

Namun serangan terus berlanjut hingga anggota kembali terjun ke sungai. Berdasarkan informasi yang diterima Polda, beberapa anggota diduga sempat berhasil diamankan oleh kelompok pelaku sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Saya sudah memfokuskan seluruh kekuatan untuk proses penegakan hukum. Sejumlah pelaku sudah diamankan, sedangkan yang masih buron saya perintahkan segera menyerahkan diri,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu pencarian tiga anggota yang gugur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri yang memberikan kenaikan pangkat anumerta serta jaminan pendidikan bagi anak-anak para personel yang gugur sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
PRAPERADILAN Febrie Ditolak
AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
GUBERNUR Kalbar Didemo Para Peladang, Batal Cabut Perda Nomor 1/2022
3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026
KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca