Kompas BORNEO Unlam Bekontribusi Atasi Pekatnya Kabut Asap

Kompas BORNEO Unlam Bekontribusi Atasi Pekatnya Kabut Asap

Suarindonesia – Masifnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan mendapatkan atensi lebih dari berbagai kalangan salah satunya adalah Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni “BORNEO” Universitas Lambung Mangkurat (Kompas “Borneo” Unlam) dengan membagikan 2.000 masker kepada masyarakat di Kecamatan Bati-Bati, Sabtu (29/9/2018).

Ketua Umum Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni “BORNEO” Universitas Lambung Mangkurat, Arifad Rahman mengatakan bahwa kabut asap pasca kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat meresahkan masyarakat Kalimantan Selatan khususnya pada pagi hari. Bahkan, jarak pandang pun hanya berkisar kurang lebih 10 meter sehingga sangat mengganggu khusus pengguna jalan raya yang melintas.

Bukan hanya itu, Ia pun mengutip dari beberapa media massa bahwa kabut asap sudah mulai mengganggu jadwal penerbangan bandara Syamsudin Noor. Menurutnya, sangat wajar seluruh elemen masyarakat memberikan atensi berlebih terhadap fenomena kabut asap tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai generasi muda khususnya pecinta alam akan terus memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan yang berbasis pengabdian masyarakat. Adapun melalui pembagian 2.000 masker, pihaknya berharap agar sedini mungkin mencegah penyakit ISPA yang berpotensi menyerang masyarakat sekitar yang terkena oleh dampak kabut asap.

Arif mengimbau kepada Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan agar terus gencar menyelesaikan permasalahan kabut asap dengan memanfaatkan sumberdaya manusia yang ada seperti halnya Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kawan-kawan emergency serta kalangan mahasiswa.

“Ini semua demi kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Zulfa Asma Vikra mengungkapkan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Ia berharap agar semua kalangan untuk berkontribusi menyelesaikan makalah karhutla dan kabut asap di Kalimantan Selatan.

“Ini perlu didukung oleh pemangku kepentingan terkait,” pungkasnya. (BY)

 259 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: