Kompas BORNEO Unlam Bekontribusi Atasi Pekatnya Kabut Asap

- Penulis

Sabtu, 29 September 2018 - 14:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Masifnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan mendapatkan atensi lebih dari berbagai kalangan salah satunya adalah Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni “BORNEO” Universitas Lambung Mangkurat (Kompas “Borneo” Unlam) dengan membagikan 2.000 masker kepada masyarakat di Kecamatan Bati-Bati, Sabtu (29/9/2018).

Ketua Umum Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni “BORNEO” Universitas Lambung Mangkurat, Arifad Rahman mengatakan bahwa kabut asap pasca kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat meresahkan masyarakat Kalimantan Selatan khususnya pada pagi hari. Bahkan, jarak pandang pun hanya berkisar kurang lebih 10 meter sehingga sangat mengganggu khusus pengguna jalan raya yang melintas.

Bukan hanya itu, Ia pun mengutip dari beberapa media massa bahwa kabut asap sudah mulai mengganggu jadwal penerbangan bandara Syamsudin Noor. Menurutnya, sangat wajar seluruh elemen masyarakat memberikan atensi berlebih terhadap fenomena kabut asap tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai generasi muda khususnya pecinta alam akan terus memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan yang berbasis pengabdian masyarakat. Adapun melalui pembagian 2.000 masker, pihaknya berharap agar sedini mungkin mencegah penyakit ISPA yang berpotensi menyerang masyarakat sekitar yang terkena oleh dampak kabut asap.

Baca Juga :   POKDARWIS di Balangan Diberi Pelatihan dan Simulasi Rescue

Arif mengimbau kepada Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan agar terus gencar menyelesaikan permasalahan kabut asap dengan memanfaatkan sumberdaya manusia yang ada seperti halnya Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kawan-kawan emergency serta kalangan mahasiswa.

“Ini semua demi kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Zulfa Asma Vikra mengungkapkan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Ia berharap agar semua kalangan untuk berkontribusi menyelesaikan makalah karhutla dan kabut asap di Kalimantan Selatan.

“Ini perlu didukung oleh pemangku kepentingan terkait,” pungkasnya. (BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
MOMENTUM Keluarga Besar Polresta Banjarmasin Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Rasulullah SAW
BMKG: 1.079 Hotspot Terdeteksi pada Kamis
POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga
KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel
BPBD Kalsel: Lahan Terdampak Karhutla Seluas 9.088,75 Hektare
10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca