SuarIndonesia — Selain bekerjasama dengan TNI-Polri, Pemko juga akan mengajak para pemuda di Kota Banjarmasin untuk ikut serta dalam melakukan tes rapid antigen secara acak pada malam tahun baru 2022.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengajak Kolaborasi Pemuda Indonesia Banjarmasin (KOPI) untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap ada dukungan dari kawan-kawan organisasi Kepemudaan pada pelaksanaan itu. Hari ini tadi sudah kita tawarkan kepada KOPI Banjarmasin, dan mereka menyambut baik gagasan ini,” ucapnya saat ditemui awak media, Minggu (19/12/2021).
Pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 kota Banjarmasin itu menjelaskan, peran generasi muda sangat penting untuk sama-sama menjaga Banjarmasin zero kasus dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kita akan menyasar sejumlah Cafe dan tempat kerumunan. Beberapa sampel akan kita ambil secara acak. Selain itu, kita juga menyiapkan pos vaksin di depan Duta Mall Banjarmasin,” tambahnya.
Bak gayung bersambut, tantangan tersebut mendapat respon positif dari Ketua DPD KOPI Banjarmasin, Dian Firdaus Yusuf.
Pemuda yang akrab disapa Daus itu mengaku bahwa pihaknya siap terlibat dan mengerahkan kader dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Baca Juga :
REFLEKSI AKHIR TAHUN Suka Duka Setahun Lebih Covid-19 di Banjarmasin
“Insya Allah kita siap terlibat. Apalagi anggota KOPI ini banyak tenaga kesehatan. Ada dokter gigi ketua DPW perawat, dokter umum. Artinya kita siap. Karena ini bisa menjadi konsen kita di tahun 2022 nanti,” ungkapnya
Menurut pria yang akrab disapa Daus, hal ini sejalan dengan resolusi KOPI di tahun 2022 mendatang, pihaknya ingin agar kota Banjarmasin tetap berada pada nol kasus Covid-19.
“Akan ada audiensi lanjutan dengan Pak Machli supaya kita bisa siapkan platformnya,” tambah Daus.
Selain meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada penyebaran Covid-19, Daus menambahkan pihaknya juga akan konsen dalam kampanye kasus HIV Aids.
Pasalnya, sejauh ini Kota Banjarmasin dilaporkan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan untuk kasus HIV/Aids.
“Kita akan siapkan lagi seperti apa formulanya. Dulu kita pernah kolaborasi pemuda anti seks di Siring, dengan mengundang beberapa pakar,” pungkasnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















