SuarIndonesia – Dua klaster penyebaran CoVID-19 atau virus corona yakni Sentra Antasari dan Pekapuran masih menjadi ‘meneror’ Banjarmasin. Pasalnya perkembangan kasus di dua klaster ini masih bagitu masif.
Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 Banjarmasin, Machli Riyadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Kamis (21/05/2020).
Berbeda halnya dengan tiga klaster lainnya, seperti Ulin 1, Gowa, dan multifaktor yang saat ini perkembangan kasusnya tak terlalu signifikan.
“Ada lima klaster di Banjarmasin, tapi yang berkembang saat ini Klaster Antasari dan Pekapuran. Dua klaster ini yang kami lihat perkembangan kasusnya sangat masif,” ucap Machli.
Sedang untuk Pasar Lima yang sebelumnya juga sempat ditemukan kasus di sana hingga saat ini masih belum ditetapkan sebagai klaster.
“Kalau Pasar Lima masih belum bisa ditetapkan sebagai klaster. Karena hanya analisa, kendati begitu ditemukan angka yang cukup tingginya,” jelasnya.
Selain itu, untuk 275 orang yang sebelumnya menunjukkan hasil reaktif saat rapid test massal juga sudah menjalani pemeriksaan lanjutan swab di Kantor Dinkes Banjarmasin.
Pemeriksaan swab yang dilakukan kali ini merupakan lanjutan bagi mereka yang masih belum sempat di tahap pertama.
“Jadi hari ini melakukan swab secara massal pada orang-orang yang selama ini sudah di-rapid tapi belum di-swab,” katanya.
Machli menjelaskan, sedikitnya ada 275 orang yang sudah menjalani swab secara massal tersebut. “Hari ini kami dibantu tim kesehatan dari Pemrov dan Polda,” imbuhnya.
Lebih rinci Machli menjelaskan, dari 275 orang yang sudah menjalani swab tersebut mereka merupakan masyarakat yang sebelumnya menjalani rapid test massal. Di antaranya 129 dari enam pasar, 47 dari Sentra Antasari dan sisanya dari beberapa Puskemas.
Namun demikian, pemeriksaan ini bukan yang terakhir kalinya dilakukan. Sebab pihaknya hingga saat ini masih melakukan penelusuran penyebaran kasus yang mana tak menutup kemungkinan akan ada ditemukan kembali kasus lainnya.
“Ini bukan yang terakhir, karena setelah ini kami tetap menginventarisir lagi,” bebernya.
Perlu untuk diketahui, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan CovVID -19 Banjarmasin hingga Kamis (21/05/2020) tercatat, kasus positif sudah tembus di angka 200.
Dengan rincian menjalani perawatan 131 pasien, 20 sembuh, 47 meninggal dan 1 di luar daerah.
Sedang untuk pasien dalam perawatan (PDP) sebanyak 79 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) 513 kasus, dan orang tanpa gejala (OTG) 669 kasus.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















