SuarIndonesia – Ketua DPRD Kalsel Supian HK menyerahkan lima ekor Bekantan (Nasalis larvatus) secara simbolis dari 27 ekor bekantan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, yang ditemukan masyarakat dekat Kecamatan Paminggir HSU.
“Inikan hewan endemik ciri khas kalimantan yang perlu dilindungi dan harus dilestarikan, kita fasilitasi untuk menyerahkannya ke BKSDA,” ucapnya saat penyerahan di Banjarmasin, Selasa (1/11/2022).
Menurutnya, 22 ekor bekantan sisanya akan menyusul, yang rencananya akan diambil langsung pihak BKSDA Kalsel, yang juga akan dilepaskan di Pengembangan Kawasan Konservasi Hutan Rawa Gelam dan Habitat Hewan Langka Bekantan PT Antang Gunung Meratus (AGM) di wilayah Kabupaten Tapin.
Lanjut Supian hewan langka yang dilindungi dan diserahkan ke BKSDA Kalsel ini, diterima dari masyarakat, yang berasal dari habitatnya di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Di habitat asalnya, kondisinya sudah tidak memungkinkan bagi hewan langka dilindungi ini untuk berkembangbiak.
Pasalnya, di habitat itu sudah dekat dan terkepung dengan pemukiman warga.
“Untuk keberlangsungan hewan langka dilindungi ini, maka setelah kita menerima dari masyarakat, selanjutnya kita serahkan ke BKSDA Kalsel, agar nantinya Bekantan dapat berkembangbiak,” harapnya.
Kepala seksi konserpasi wilayah 2 Banjarbaru Kalsel Cecep Budhiarto menyatakan terima kasih kepada ketua DPRD Kalsel yang membantu untuk melestarikan bekantan dengan menyerahkan ke BKSD.
Yang memiliki jiwa konservasi tinggi untuk melindungi hewan langka seperti Bekantan.
“Semoga banyak seperti beliau (Supian HK) orang-orang di tempat kita,” bebernya
Cecep juga mengatakan, setelah pihaknya menerima penyerahan hewan langka dilindungi ini, rencananya akan dilepasliarkan di Hutan Ekowisata PT AGM di Rantau, Kabupaten Tapin.
“Di lahan konservasi itu tersedia sekitar 70 hektare, karena itu diharapkan disana nantinya Bekantan bisa berkembangbiak,” harapnya.
Sementara itu, Jeni Spv. Ekowisata Bekantan dari CSR PT. Antang Gunung Meratus mengatakan berterimakasih kepada BKSDA, Dinas Kehutanan dan dinas terkait lainnya yang telah mempercayakan untuk di lepasliarkan bekantan ke kawasan konservasi hutan rawa galam dan habitat hewan langka bakantan milik PT. AGM Tapin.
“Kami akan jaga semoga apa yang dicita citakan pengembangan habitat bekantan berkembang baik,” Ucapnya
Mengembalikan habitatnya, pihak Ekowisata Bekantan dari CSR PT. Antang Gunung Meratus juga sudah menyiapkan pohon pohon pioner rawa disekitar sana, seperti mangrov, pulantan, galam dan yang lainnya.
Jeni juga mengatakan, kini bekantan yang berada dikawasan mereka sekitar 25 ekor bekantan dan banyak burung burung yang lainya pasca kebakaran. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















