Suarindonesia – Cabai rawit hiyung memang dikenal sangat pedas. Tingkat kepedasan cabai hiyung khas tapin ini disebut setara 17 kali kepedasan cabai pada umumnya.
Cabai hiyung kini semakin terkenal di tidak hanya di Kalsel tapi juga Indonesia.
Oleh karena itu, tak salah jika investor melirik usaha cabai hiyung. Bahkan, investor yang berminat sudah menyiapkan dokumen pendukung.
Berdasarkan perhitungan, investor memerlukan 100 ton cabai hiyung per minggu.
“Dokumenya lagi disiapkan. Mereka (investor) memerlukan 100 ton per pekan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri.
Menurut Endri, usaha cabai hiyung punya potensi yang besar. Saat ini saja, salah satu perusahaan pembuat saos sudah membuat produk saos sambal cabai hiyung.
Ditambahkan Endri, karena potensinya cukup besar maka pemerintah juga sedang menyiapkan lahan untuk penanaman jenis cabai tersebut.
Jika lahannya tidak mencukupi, pihaknya akan melakukan instesifikasi lahan pertanian.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















