BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

- Penulis

Minggu, 20 September 2026 - 22:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

SuarIndonesia — Murid SD, RVL (13) meninggal setelah terkena tembakan senapan angin jenis PCP di kawasan mess perkebunan Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (19/9/2026). Korban yang diketahui masih duduk di kelas V terkena proyektil pada bagian bawah ketiak.

Nyawanya tak tertolong setelah sempat mendapat penanganan medis. Peristiwa nahas itu diduga terjadi saat seorang pekerja pemanen sawit berinisial SS mencoba senapan PCP milik tetangganya.

SS disebut sebelumnya mendapat informasi bahwa senjata tersebut dalam kondisi kosong. Berdasarkan informasi, SS sempat mencoba melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali.

Karena tidak ada proyektil yang keluar, ia kemudian meyakini senapan tersebut memang tidak berisi. Namun, ketika dicoba untuk ketiga kalinya, senapan tersebut justru meletus.

Proyektil kemudian mengenai RVL yang saat itu berada di seberang SS. Korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan perusahaan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, kondisi korban tidak tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra melalui Plt Kasi Humas Polres Kotim Iptu Edi Walujo membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan SS telah diamankan setelah sempat meninggalkan lokasi kejadian.

Baca Juga :   14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

“Pelaku berhasil diringkus Minggu dini hari pukul 03.00 WIB. Sekarang sudah ditangani,” kata Edi, dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, setelah kejadian korban dibawa pihak perusahaan ke puskesmas terdekat. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
BNPB : Tim Terkait Masih Bersiaga di Lapangan Himpun Kronologi serta Penyebab Jatuhnya Helikopter “Water Bombing”

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38