SuarIndonesia — Penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot bawah air dimaksimalkan dalam upaya pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Hal ini untuk mengetahui posisi persis kapal dan memudahkan dalam pengambilan opsi penyelamatan berikutnya.
“Kita menggunakan ROV yang ada, kamera monitor kemudian posisinya akan disampaikan ke penyelam,” kata Direktur Operasi Basarnas Laksmana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (18/9/2026).
Posisi kapal itu dinilai penting untuk diketahui oleh penyelam untuk memetakan bagian dalam kapal. Hal ini akan mempermudah penyelam dalam melakukan evakuasi.
“ROV tetap yang utama kita gunakan. Jadi ROV berjalan, tim penyelam juga berjalan,” tutur Bramantyo dilansir dari detikKalimantan.
Bramantyo menuturkan bahwa dalam dua hari terakhir, tim penyelam sudah berhasil memasuki kapal dan telah mengamankan sejumlah barang bukti tambahan. Di antaranya ada 197 paket kiriman ekspedisi, sembilan flare, alat bantu pelontar flare, baterai life raft, lampu life raft, dan satu dompet berwarna cokelat beserta KTP.
KTP itu diketahui milik Siprianus Antonius Dewa asal Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara paket kiriman lainnya masih terbungkus plastik dengan kondisi basah.
Kini, barang-barang itu diamankan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan akan sesegeranya diserahkan ke KNKT untuk tambahan barang bukti.
Adapun barang bukti tambahan itu telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar pukul 10.00 Wita. Sementara tambahan penemuan yakni tiga jenazah, satu ditemukan pukul 12.28 Wita, dan dua lainnya pukul 14.30 Wita.
“Untuk mengungkap identitas jenazah bukan ranah kita, itu sudah ada aturan dalam SAR,” katanya menambahkan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















