KEMENTAN: Kemitraan Perkebunan Sawit Tingkatkan Kesejahteraan Petani

- Penulis

Kamis, 16 Mei 2024 - 20:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Nasional dengan tema Kemitraan Kelapa Sawit Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tertinggal Sekitar Kebun di Pontianak, Kalbar, Kamis (16/5/2024). [ANTARA/Dedi]

Seminar Nasional dengan tema Kemitraan Kelapa Sawit Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tertinggal Sekitar Kebun di Pontianak, Kalbar, Kamis (16/5/2024). [ANTARA/Dedi]

SuarIndonesia — Koordinator Kelembagaan, Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian (Kementan) Mula Putera mengatakan kehadiran Permentan 18 Tahun 2021 tentang fasilitasi pembangunan kebun masyarakat mempermudah pola kemitraan menjadi upaya peningkatan kesejahteraan petani sawit.

“Pemerintah tengah memfokuskan upaya perbaikan terhadap tata kelola perkebunan kelapa sawit dengan mengedepankan kemitraan. Konsentrasi pemerintah saat ini menghubungkan keduanya antara perusahaan dan masyarakat melalui kemitraan agar bisa jadi lebih baik,” ujarnya, saat Seminar Nasional dengan tema Kemitraan Kelapa Sawit Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tertinggal Sekitar Kebun, di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/5/2024).

Ia menambahkan upaya yang ada saat ini melalui dua hal, yaitu menyentuh dari sisi regulasi yakni Permentan 18 Tahun 2021. Kemudian kedua sentuhan program yaitu menyentuh dari sisi tanamannya lalu menyentuh SDM-nya.

“Kemitraan di sini adalah hubungan kerja sama antara perusahaan perkebunan dengan pekebun yang berkelompok dalam rangka tidak hanya untuk pembangunan tapi juga mengelola dalam jangka waktu tertentu dan dengan prinsip saling menguntungkan,” kata dia lagi.

Adapun fasilitasi pembangunan kebun diberikan pada masyarakat sekitar yang tergabung dalam kelembagaan pekebun berbasis komoditas perkebunan baik kelompok tani, gabungan kelompok tani, lembaga ekonomi petani dan koperasi.

“Memang kendala ada misalkan, tidak akan terjalin kemitraan kalau tidak punya lahan. Belum optimal pula pengawasan pemerintah biasanya baru ada masalah barulah pemerintah menangani,” kata dia pula.

Baca Juga :   REALISASI Investasi di Kalsel Peringkat 17 Nasional

Ia tidak memungkiri sering pula di lapangan terjadi tidak harmonisnya regulasi. Masih ada istilah dianggap untung sendiri. Mula pun menekankan bahwa kemitraan itu merupakan keniscayaan. Ia juga meminta agar pekebun sawit dijadikan subjek bukan objek.

“Pekebun juga harus berkelompok karena itu pasti banyak manfaat. Pola kemitraan Pola Inti Rakyat (PIR) juga sangat cocok antara perusahaan dan petani,” kata dia. .

Dikutip AntaraNews, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalbar Ignatius IK mengakui kemitraan ini merupakan solusi di dalam menyelesaikan persoalan-persoalan perkebunan.

“Bagaimanapun juga keterpaduan kolaborasi antara beberapa stakeholder terkait sangat penting, baik perusahaan itu sendiri maupun masyarakat,” kata dia pula.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Provinsi Kalbar Heronimus Hero mengatakan di Kalbar sawit merupakan komoditas unggulan, sehingga begitu banyak perusahaan sawit di Kalbar.

“Jangan sampai perusahaan maju masyarakat tertinggal. Konsep kemitraan diharapkan jadi sumber kesejahteraan bersama. Kuncinya saling keterbukaan dan kerjasama dan saling mendukung. Maka dua-duanya bakal maju,” kata dia lagi. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026
BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile
MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor
HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan
HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Rabu, 22 April 2026 - 17:44

DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile

Selasa, 21 April 2026 - 21:37

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 April 2026 - 15:17

HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”

Senin, 20 April 2026 - 13:28

KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 23:12

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Berita Terbaru

Nasional

SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

Minggu, 26 Apr 2026 - 00:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca