KEMBALI, Perwali Larangan Kresek Jadi Bahan Penelitian Doktoral

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2020 - 20:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Untuk kesekian kalinya, program Banjarmasin bebas kantong plastik dijadikan bahan disertasi mahasiswa yang akan mengakhiri masa perkuliahan S3-nya.

Normalina, kandidat doktoral Program Ilmu Pertanian. Peminatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, lUniversitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (09/07) pagi sekira pukul 10.30 WITA, secara khusus menemui Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Kedatangan mahasiswi tersebut ke Balai Kota Banjarmasin, untuk melengkapi data penelitiannya yang berjudul, model kepemimpinan hijau (green leadership) dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup berkelanjutan di Kalimantan Selatan, di mana ia mendudukkan orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai sebagai salah satu informannya, dalam memberikan data tentang kebijakan pelarangan kantong plastik bagi ritel, toko modern dan pasar tradisional, yang telah diterapkan Pemko Banjarmasin, sejak beberapa tahun lalu.

Menurut H Ibnu Sina, penerapan larangan penggunaan kantong plastik itu dituangkan dalam Perwali Nomor 18 tahun 2016.

Hal ini sengaja dilakukan Pemko Banjarmasin untuk mengurangi tumpukan sampah yang setiap harinya bisa mencapai 600 ton sampah. “Awalnya sih masih ragu-ragu, karena yang ada dalam benak kami bisakah manusi hidup tanpa kantong plastik,” ujarnya.

Keraguan itu akhirnya terjawab, sejak adanya Perwali tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik Bagi Ritel, dan Toko Modern, masyarakat Bumi Kayuh Baimbai secara perlahan mulai meninggalkan kebiasaannya menggunakan kantong plastik untuk berbelanja ke pasar. Efeknya, timbunan sampah di TPS kota ini pun terjadi penurunan.

Diakui H Ibnu Sina, pro dan kontra atas pemberlakuan larangan yang tanpa sanksi itu datang silih berganti. Namun dengan pendekatan dan intensitas kegiatan sosialisasi, akhirnya semua masyarakat kota ini bisa menerimanya.

Baca Juga :   BANDARA NUSANTARA jadi Daya Tarik Investor Tanam Modal di Penajam

Terlebih, aturan yang telah diterbitkan tersebut, jelas H Ibnu Sina lagi, bukan tanpa solusi.

Sebagai ganti kantong plastik, Pemko Banjarmasin mengeluarkan imbauan agar masyarakat memanfaatkan kearifan lokal sebagai pengganti kantong plastik, dengan menggunakan bakul purun.

“Orangtua kita dahulu kalau ke pasar membawa bakul. Jadi sebagai ganti kantong plastik kita imbau menggunakan kembali bakul purun,” katanya.

Sebagai daerah pertama di Indonesia yang berani menerapkan pelarangan tersebut, keberhasilan Pemko Banjarmasin dalam penerapan larangan penggunaan kantong plastik, akhirnya diikuti kota-kota lain di Indonesia.

Usai pertemuan di ruang kerja Walikota Banjarmasin, wanita yang kesehariannya bertugas sebagai widyaiswara ahli muda di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalsel, yang ditemui menyatakan, sangat apresiatif dengan usaha pemimpin kota ini dalam mengubah pola pikir masyarakatnya, sehingga Perwali Nomor 18 tahun 2016 itu, ditaati seluruh lapisan masyarakat kota ini.

“Keputusan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dalam melarang menggunakan kantong plastik bukan hal yang mudah, ini patut di contoh. Apalagi dalam kemampuan beliau mengubah pola pikir masyarakat, sehingga bisa menerima sebuah peraturan yang diterapkan tanpa sanksi, tapi masyarakat mau menjalankannya, walaupun sebelumnya ada penolakan tetapi bisa dijalankan sekitar 3 tahun,” tuturnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton
MENAKER YASSIERLI: Meski WFH, Gaji Karyawan Swasta/BUMN-BUMD Wajib Penuh
MENKEU PURBAYA: Sementara, Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi
E20 DISIAPKAN untuk Pengganti Pertalite dan Pertamax
BPH MIGAS: Belum Ada Pembatasan Pembelian BBM Subsidi
BANK KALSEL Perluas Layanan Syariah, Tiga KCPS Baru Dorong Inklusi Keuangan
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
6.824 PENUMPANG Tiba Selama Arus Balik di Pelabuhan Banjarmasin

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 22:04

DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Rabu, 1 April 2026 - 20:52

STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru

Berita Terbaru


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyusuri lorong Gudang Bulog Panaikang untuk memastikan secara langsung kondisi dan stok beras nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (Antara/Harianto)

Bisnis

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Minggu, 5 Apr 2026 - 22:02

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca