SuarIndonesia – Sebuah armada kelotok (perahu bermesin) terbalik akibat dihantan gelombang saat di kawasan perairan Alalak.
Membuat sejumlah jemaah yang akan mengahdari Haul ke-79 Habib Abdul Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang lebih dikenal sebagai Habib Basirih, tercebur ke sungai, Minggu (9/11/2025).
Kejadian, sekitar pukul 11.35 WITA, ini akibat kelotok yang ditumpangi dihantam ombak ketika berpapasan dengan kapal berukuran besar.
Tim penyelamat gabungan cepat menuju lokasi kejadian. Setidaknya ada lima korban sudah dievakuasi.
Dimana Tim Water Rescue yang bersiaga di sepanjang jalur sungai segera melakukan evakuasi.
Para korban yang berhasil diselamatkan dari sungai dan r langsung dibawa ke Posko Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banjarmasin di Jalan Alalak Selatan.
Di lokasi pula, tiba sejumlah unit ambulans relawan membawa korban yang memerlukan perawatan intensif.
Diantara jemaah ada dirujuk ke RS Ansyari Saleh Banjarmasin. Namun lainnya hanya mengalami syok atau luka ringan.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, ST, MM, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya kecelakaan disungai akibat gelombang kapal hingga para penumpang yang duduk di atas terjatuh ke sungai.
Dari kronologisnya, pada saat itu rombongan kelotok wisata saat Menuju ke pulau kembang, dan Melintas di TKP berpapasan dengan kapal, kemudian kapal wisata oleng.
Akibat dari hantaman gelombang tersebut menyebabkan enam orang di atas atap kelotok wisata tercebur ke sungai.
Atas kejadian tersebut anggota Sat Polairud Polresta Banjarmasin langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang tercebur.
Setelah dilakukan evakuasi, dan dilakukan pendataan untuk jumlah penumpang keseluruhan 32 Orang, untuk korban yang tercebjr sebanyak enam Orang
Memang adfa yang dievakuasi ke RSUD Anshari Saleh, sedangkan yang di evakuasi di pos apung berjumlah 26 orang dan dua orang Saksi (Motoris dan ABK kapal wisata ) guna penanganan lebih lanjut.
Ustadz Bisrih, pemimpin dalam rombongan, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah tabrakan, melainkan akibat gelombang besar yang tercipta saat sebuah kapal tugboat melintas.
Berselisih dengan tugboat, Mas. Bukan tabrakan, oleng saja kapalnya,” ujar Ustadz Bisrih.
Gusti (50), salah satu korban yang kini dirawat di IGD RSUD Ansari Shaleh, menceritakan bahwa perjalanan mereka merupakan bagian dari rangkaian ziarah.
“Kami rute ziarah, Nak. Terakhir sudah ke Sultan Suriansyah, kemudian handak menuju Basirih sekalian Haul kan. Sekalinya kena musibah, oleng kapal,” ucapnya. (DO/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















