Suarindonesia – Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pariwisata Kota diam-diam menghapuskan kegiatan Nanang dan Galuh Banjar (Naga) yang selama ini ajang promosi dan even tahunan bergengsi Pemerintah.
Namun tahun 2019, even pemilihan Naga yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat dihapuskan sepihak.
Fatalnya lagi, penghapusan atau pengalihan dana yang biasanya dialokasikan untuk mencari Nanang dan Galuh Banjar ini juga sepengetahuan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin Drs H Ikhsan Alhaq kepada awak media, melalui telepon selulernya, Senin (01/07/2019).
Dasar penghapusan pemilihan Nanang Galuh Banjar tahun 2019, setelah berdiskusi dengan alumni Nanang Galuh dan beberapa pihak terkait lainnya untuk perkembangan Nanang Galuh ke depannya.
“Kesepakatan ini berawal dari permintaan Nanang Galuh yang sekarang masih aktif. Mereka menginginkan pelaksanaan Nanang Galuh digelar dua tahun sekali, agar mereka lebih banyak terlibat dalam kegiatan aktivitas di Pemko Banjarmasin,” papar Iksan lagi.
Jadi, katanya, melalui pertimbangan dan keseakatan tersebut, akhirnya rekruitmen Nanang Galuh dilaksanakan dua tahun sekali. Dengan begitu pemilihan Naga Banjar akan dilaksanakan tahun 2020 dengan alasan supaya dilakukan lebih maksimal saat perekrutan hingga pembinaan, karena waktunya sudah mepet.
“Coba bayangkan, untuk perekrutan tentu membutuhkan waktu tiga bulan sampai pengumuman terpilihnya. Sehingga untuk pembinaan dan keterlibatan mereka waktunya sangat mepet. Jika dua tahun sekali persiapan akan maksimal, sehingga mencari bibit-bibit baru dan pembinaan mereka akan lebih maksimal,” ujar Ikhsan lagi.
Penundaan penyelenggaran pemilihan Naga Banjar ini memang pernah Nanang Galuh diadakan 2 tahun.
“Kalau tahun 2019 ditanggungkan tahun 2010 dilaksanakan tentunya. Pokoknya dua tahun sekali sehingga anggaran yang sudah tersedia untuk Nanang Galuh akan digeser untuk kegiatan promosi pariwisata, pokoknya aman,’’ ucap Ikhsan Alhaq.
Karena, ujar Ikhsan, pihaknya kini giat melakukan promosi wisata di luar daerah, contohnya kegiatan Apeksi. Jadi kita alihkan ke agenda lain yang mana untuk mendukung promosi pariwisata. Salah satu alumni galuh Banjar tahun 2000, Ananda, yang sekarang menjadi Ketua DPRD Kota Banjarmasin menuturkan, dirinya sepakat saja dengan pemilihan dua tahun sekali.
“Saya juga sudah mendengar dari Kadisbupdar, Jadi untuk selanjutnya di coba dua tahun sekali. Intinya kalau untuk meningkatkan kualitas Nanang galuh Banjar tidak jadi masalah, sehingga kami di dewan sepakat aja asal untuk kemajuan dan kebaikan,” demikian Ketua DPRD Kota Banjarmasin.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















