MENGULAR! Antrean BBM Nonsubsidi

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean panjang di salah satu SPBU Kotawaringin Barat. (Foto: detikKalimantan/Sigit P)

Antrean panjang di salah satu SPBU Kotawaringin Barat. (Foto: detikKalimantan/Sigit P)

SuarIndonesia — Pemandangan antrean panjang di SPBU masih ditemukan di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Warga tak hanya mengantre untuk mengisi BBM subsidi jenis Pertalite. Antrean juga mulai terjadi pada BBM nonsubsidi.

Warga yang beralih ke BBM nonsubsidi harus menghadapi antrean untuk mendapatkan Pertamax. Seorang warga Pangkalan Bun, Yanto Kurniadi, mengatakan dirinya terpaksa memilih Pertamax karena antrian Pertalite dinilai sudah tidak memungkinkan. Bahkan, antrean kendaraan disebut bisa mencapai sekitar satu kilometer.

“Pertalite sudah tidak memungkinkan karena antreannya bisa sampai satu kilometer. Ini Pertamax juga ikut antre,” ujar Yanto, Kamis (6/8/2026).

Menurut Yanto, kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-harinya. Dia mengaku sudah tiga hari tidak membawa mobil untuk bekerja karena kesulitan mendapatkan BBM.

“Sudah tiga hari ini saya tidak membawa mobil karena tidak dapat BBM,” katanya.

Yanto berharap kondisi antrean BBM di Kobar segera mendapat solusi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian ketersediaan BBM agar aktivitas pekerjaan dan mobilitas sehari-hari tidak terganggu.

“Antrean panjang yang terjadi juga membuat warga mencoba mencari alternatif dengan beralih dari Pertalite ke Pertamax. Namun, peralihan tersebut ternyata belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan karena pertama juga ikut dipadati kendaraan,” keluhnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager ll Fuel Kalimantan PT Pertamina Putra Niaga, Lucky Haryanto, menyampaikan adanya upaya untuk menambah kuota Pertamax di Kobar. Lucky mengatakan penambahan kuota yang diusulkan mencapai 50% dari kuota Pertamax yang tersedia saat ini. Usulan tersebut terlebih dahulu harus disampaikan kepada pihak pusat.

“Ada diusahakan penambahan kuota pertama 50% dari kuota yang ada. Kita usulkan dulu ke pusat,” kata Lucky saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Kobar beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   PROGRAM Tukar Sampah jadi Sembako, Ini Diminta Berkelanjutan

Harga BBM eceran meroket, Pertalite bisacapai Rp 25 ribu/botol

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, harga BBM eceran di sejumlah pelosok Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah dikeluhkan warga. Harga Pertalite yang dijual per botol disebut mencapai Rp 20.000 hingga Rp 25.000.

Salah satu warga Kobar, Ahmad Yani, menyebut harga tersebut ditemukan di Kecamatan Arut Utara. Menurutnya, warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga mahal.

“Pertalite per botol ada yang Rp 20 ribu bahkan ada yang menjual sampai Rp 25 ribu,” kata Ahmad, Kamis (6/8/2026).

Menurut Ahmad, harga tinggi tersebut dianggap masuk akal oleh sebagian pengecer karena mereka juga mendapatkan BBM dengan harga mahal dari pemasok. Ada pemasok yang menjual BBM kepada pengecer dengan harga Rp 18.000 per liter.

“Ada juga yang menjual di atas Rp 20 ribu alasannya karena mereka antre berjam-jam dan barangnya susah didapat,” ujarnya.

Sementara itu di Kecamatan Arut Selatan, khususnya wilayah dalam kota, pengecer lebih banyak menjual Pertamax. Harganya juga berada di kisaran Rp 20 ribu per botol.

Siti, warga Pasir Panjang, mengatakan dirinya mendapatkan Pertamax dari pemasok dengan harga bervariasi, sekitar Rp 17 ribu – Rp 18 ribu per liter. “Kalau Pertalite sudah tidak ada yang mengantar,” ucapnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BELASAN KIOS dI Pasar Teluk Dalam Banjarmasin Diamuk Api, Pedagang-Pembeli Panik Berlarian
DIBUKA KEMBALI Jalan Veteran Sungai Lulut, Pasca Retak dan Ambles
IBU-IBU Pingsan Antre BBM di SPBU
CEGAH Karhutla Meluas, 2.200 MPA Dikerahkan Pemprov
ULM Ungkap Kondisi Satu Korban Selamat dari Laka Maut Rombongan KKN
ANTISIPASI Kabut Asap Karhutla, Kegiatan Belajar Disesuaikan
LIMA Komisioner KPU Kotim jadi Tersangka
ANGGOTA DPR RI asal Kalsel, Bambang Heri Purnama Imbau Warga Selektif Pilih Travel Umrah

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:38

BELASAN KIOS dI Pasar Teluk Dalam Banjarmasin Diamuk Api, Pedagang-Pembeli Panik Berlarian

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:25

DIBUKA KEMBALI Jalan Veteran Sungai Lulut, Pasca Retak dan Ambles

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:58

IBU-IBU Pingsan Antre BBM di SPBU

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:38

MENGULAR! Antrean BBM Nonsubsidi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:34

ANGGOTA DPR RI asal Kalsel, Bambang Heri Purnama Imbau Warga Selektif Pilih Travel Umrah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:35

KAPOLRESTA Banjarmasin, Ikut Serta Penyisiran Mencari Korban Tenggelam di Sungai Martapura

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:28

DLH KALSEL dan Komunitas Jurnalis Kegiatan Lingkungan akan Digelar di Tiga Desa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:20

“B2SA” Mengantarkan Kabupaten Balangan Meraih Juara Pertama Tingkat Provinsi Kalsel

Berita Terbaru

Ibu-ibu pingsan ketika mengantre BBM di Kobar. (Foto: Istimewa)

Kalteng

IBU-IBU Pingsan Antre BBM di SPBU

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:58

Kepala BPBD Kotawaringin Timur Multazam bersama Masyarakat Pemadam Api. (Foto: Dok BPBD Kotim)

Kalteng

CEGAH Karhutla Meluas, 2.200 MPA Dikerahkan Pemprov

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:48

Antrean panjang di salah satu SPBU Kotawaringin Barat. (Foto: detikKalimantan/Sigit P)

Kalteng

MENGULAR! Antrean BBM Nonsubsidi

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca