SuarIndonesia – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), M. Syaripuddin, S.E., M.A.P, mengatakan masyarakat banyak mengeluhkan.
Ini terkait, infrastruktur, kelangkaan pupuk bersubsidi, mahalnya BBM bersubsidi, pelayanan BPJS dan pelayanan-pelayanan masyarakat lainnya yang dianggap bermasalah.
“ Masyarakat nelayan mengatakan mereka kesulitan membeli BBM bersubsidi, selain langka karena kuotanya terbatas juga tentunya sudah lebih mahal,” ucap Bang Dhin sappan akrabnya, saat melaksanakan kegiatan reses wakil rakyat, masa sidang III daerah pemilihannya di Tanah Bumbu.
Bang Dhin akan meminta Pertamina untuk mengakomodir jumlah kuota sesuai kebutuhan para nelayan.
Sedangkan para nelayan,diminta segera melengkapi legalitasnya dan menyampaikan data ke dinas yang tekait.
Sementara terkait permasalahan BPJS kesehatan, Bang Dhin mandapat keluhan warga yang merasa keanggotannya di BPJS telah hilang atau non-aktif. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ribuan akun.
“Banyak warga yang berobat ke rumah sakit kaget, karena baru mengetahui BPJS kesehatannya telah non-aktif,” katanya.
Dirinya berharap pemerintah terkait untuk segera mengatasi permasalahan ini, mengingat pentingnya pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Adapun tempat kegiatan reses yang berlangsung dari sejak Senin, (11/10/2022) hingga Selasa, (18/10/2022) ini diantaranya ialah Kecamatan Kusan Hilir, Kusan Tengah, Batulicin, Karang Bintang, dan Mantewe.
Lanjut Bang Dhin reses yang dilaksanakan sesuai program di enam belas titik, ditambah sebanyak empat titik, sehingga totalnya ada dua puluh titik berbeda dari reses yang sebelumnya di laksanakan.
Pasalnya, saat ini seiring pandemi Covid-19 yang perlahan beralih menjadi endemi, menjadikan kegiatan pertemuan tatap muka menjadi lebih leluasa untuk dilaksanakan. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















