KARHUTLA DI KALSEL Ratusan Hektare dengan Titik Api Dua Ribu Lebih

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 23:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kebakaran HUtan dan Lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel), sepanjang tahun 2025 terhitung sejak Januari hingga 20 Agustus, telah terjadi 164 kali kebakaran.

Dengan luasan lahan mencapai 358 hektare dengan jumlah titik api dua  ribu lebih.

Terdapat perbedaan penghitungan data luasan lahan terbakar.
Antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan pihak kementerian. Pihak kementerian berdasar hasil pencitraan satelit.

Sehingga ada perbedaan signifikan dengan data Karhutla BPBD Kalsel yang merupakan hasil pengamatan di lapangan.

“Sehingga wajar bila ada perbedaan, selain itu untuk Karhutla yang terjadi di wilayah konsesi pihak swasta di luar kewenangan BPBD Kalsel dalam penanganannya,” jelas Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Lingkungan Hidup, hingga 10 Agustus 2025, Kalsel menempati posisi keenam di bawah Kalimantan Barat.
Dengan lahan yang terbakar di Kalsel seluas 324,58 hektare lahan gambut. Sedangkan sisanya tanah mineral seluas 5.192,66 hektare.

Sementara luasan lahan terbakar perhitungan BPBD 358 hektar.

“Data tersebut hasil akumulasi Karhutla sepanjang 2025 mulai 1 Januari hingga 20 Agustus,” kata Bambang.

Untuk jumlah luas Karhutla tahun 2025, diperoleh berdasar data lapangan yang dilaporkan BPBD Kabupaten kota Se Kalimantan Selatan.

Baca Juga :   VIRAL! Rebutan Masuk SPBU Ala MotoGP di Kobar

“Data kita kumpulkan berdasar pengamatan langsung kejadian Karhutla di lapangan oleh BPBD Kabupaten kota Se Kalsel,” kata Bambang.

Menurutnya, dengan luasan lahan terdampak Karhutla tersebut hingga saat, terjadi penurunan signifikan dibandingkan luas Karhutla tahun 2024.

Kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kalsel tahun ini lebih terkendali.

“Dampak Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin, ini berkat kesigapan dan kolaborasi semua pemangku kepentingan dalam penanganan Karhutla, sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel,” katanya.

Selain itu, BNPB juga membantu melalui penyediaan helikopter waterbombing dan helikopter patroli udara yang sudah beroperasi sejak 18 Agustus 2025.

Sementara Kementerian Lingkungan Hidup mendukung lewat operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 10 hari untuk membasahi kawasan rawan terbakar.

“Dengan kombinasi penanganan karhutla melalui darat dan udara menjadikan langkah penanganan jauh lebih efektif dan efisien,” ucapnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14