SuarIndonesia – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel), Irjen Polisi Dr Nico Afinta SIK SH MH, minta agar di daerah ini perbanyak ‘kampung tangguh di zona merah’.
Dan pula harus tegakkan disiplin protokol kesehatan.“Selain meningkatkan penegakkan disiplin, imbauan juga harus gencar di tempat-tempat keramaian dengan satu tujuan percepatan penanganan Covid-19,” katanya.
Itu dipaparkan kapolda ketika Rakor (Rapat Koordinasi) dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan lainnya di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Jumat (5/6).
Turut hadir Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin, Kabinda Kalsel, Brigjen Pol Winarto, Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Sandharianto, Danlanud Syamsudin Noor, Kolonel Penerbang Muhammad Taufiq Arasj dan Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel Inf Anggara Sitompul.

Selanjutnya dikatakan, pendirian pos-pos biasnaya dengan biaya dan dana kas atau kumpulan warga bersama-sama secara gotong royong, yang terlibat TNI-Polri.
Dengan ‘Kampung Tanguh’ bila ada warga yang terdampak, mereka saling membantu menyumbang berupa dana atau sembako sendiri.
Kemudian bila ada yang positif, karantina mandiri mereka juga memberikan suport.
Lainnya warga juga memberlakukan tamu yang masuk daerahnya untuk periksa termogun, wajib kenakan masker dan lainnya berkaitan protokol kesehatan
Diketahui, untuk di Banjarmasin sudah ada lima yang dibuat jajaran Polresta Banjarmasin yakni di Polsek Banjarmasin Timur meliputi Kelurahan Banua Anyar dan Pemurus Luar.
Polsek Banjarmasin Utara meliputi Kelurahan Sungai Andai dan Surgi Mufti. Kemudian Polsek Banjarmasin Selatan di Kelurahan Basirih Selatan.
Sementara Polsek lainnya melalui Bhabinkamtibmas dan Kapolsek sudah di perintahkan untuk segera membentuk kampung ‘kampung tangguh’ bebas covid.
Sisi lain kapolda menjelaskan agar dilakukan pertambahan jumlah alat uji SWAB/PCR serta menambah kapasitas tempat karantina untuk mengantisipasi pertambahan jumlah pasien.
Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin agar melakukan tracking dan tracing secara massive guna mencepat pemutusan mata rantai Covid-19.
Dia menginginkan ada penyiapan karantina khusus dengan mengoptimalkan satu tempat area, menyiapkan 8 rumah sakit rujukan dengan kapasitas 1400 TT.
Serta usahakan setiap RSUD di Kabupaten/kota dapat menjadi RS rujukan Covid-19.
Disebut pula, akan menambah alat uji diagnosa PCR untuk mempercepat hasil uji Swab.
“Hal lain membentuk tim komunikasi informasi dan edukasi di empat kota yang melaksanakan PSBB, serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid, yang disediakan untuk tiga bulan kedepan,” ujar Wahyudin.
Sementara gubernur menghimbau seluruh pihak bersama-sama lebih intens dalam mengatasi penyebaran Covid-19.
Sebab dengan kerjasama antar semua dalam sosialisasikan disiplin protokol kesehatan diharapkan dapat mencegah penyebaran virus tersebut khususnya ‘di Bumi Lambung Mangkurat’.
Gubernur juga mengimbau kepada Tim Gugus Tugas agar memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan berita Hoax yang ada.
“Kepada seluruh Tim Gugus Tugas Kabupaten/kota agar menyampaikan permasalahan apa yang terjadi di daerah kepada Gugus Tugas Provinsi,” ucap gubernur yang akrab disapa Paman Birin.
Disela rakor, juga penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) secara simbolis oleh gubernur kepada Polda Kalsel yakni 500 Pcs rapid test).
Kemudian ke Korem 101/Antasari, 100 pcs rapid test), Pemko 870 APD dan 800 pcs rapid test).(ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















