Kapolda Kalsel bersama Gubernur H Sajhbirin Nkor, tunjukan barang bukti sabu hasil pengungkapan beberapa waktu lalu. Ist
SuarIndonesia – Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH teklah menggaungkan program “Bebaskan Banua dari Narkoba”.
Ini melalui kerja sama yang solid antarinstansi di bawah arahan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Jadi ini menjadi komitmen kami untuk menekan semaksimal mungkin peredarannarkoba di daerah ini. Gubernur pun sangat mendukung,” kata kapolda.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat dalam, baik Polri dan BNN saja.
Namun, sektor lain juga punya peran penting mendukungnya.
“Dalam beberapa pengungkapan besar, teman-teman Bea Cukai kerap membantu, ini yang saya maksud dukungan sektor lain.
Begitu juga TNI, sering berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan negara.
Peran serta inilah yang coba kami dorong terus agar maksimal hasilnya,” katanya.
Kapolda mengatakan, Kalsel menjadi sasaran jaringan internasional dalam peredaran narkoba kelas kakap.
Hal itu terbukti dari dua pengungkapan besar terakhir yaitu 300 kilogram sabu-sabu.
“Semua itu fakta dan harus jadi peringatan bagi kita semua.
Kalau kita kendur, jaringan ini terus berupaya dengan beragam modusnya memasukkan barang ke Kalsel,” tegasnya.
Dikatakan, Kalsel bukan hanya wilayah pemasaran namun juga dijadikan transit hingga gudang penyimpanan sementara narkoba sebelum disebar lagi ke provinsi lain bahkan ke Pulau Jawa.
“Alur yang kami ungkap seperti itu. Barang masuk dari Malaysia dengan tujuan Banjarmasin melalui jalur darat.
Kemudian jika mereka berhasil, maka sebagian disebar lagi dengan jumlah yang sudah dipecah-pecah,” pungkas kapolda. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















