KALBAR jadi Lokasi Program Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalimantan Barat,Ria Norsan, menerima audiensi dari Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Gorup, Hendra Firmansyah, dan jajaran di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat. (Foto: Prokopim Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat,Ria Norsan, menerima audiensi dari Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Gorup, Hendra Firmansyah, dan jajaran di ruang kerja Gubernur Kalimantan Barat. (Foto: Prokopim Kalbar)

SuarIndonesia — Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi berskala nasional, yang akan dibangun di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.

“Kegiatan ground breaking (peletakan batu pertama) untuk program tersebut direncanakan digelar di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak, pada Januari ini,” kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Landak, Selasa (6/1/2026).

Norsan mengatakan, Pemprov Kalbar menyambut baik rencana pelaksanaan ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di wilayah Kalimantan Barat.

“Saya menyambut baik kegiatan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kalimantan Barat. Diharapkan program ini dapat membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan daging ayam dan telur, sehingga harga yang diterima masyarakat bisa lebih terjangkau dengan kualitas yang baik,” tuturnya.

Ia menilai, kehadiran industri peternakan ayam terintegrasi akan memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menekan fluktuasi harga komoditas pangan strategis, khususnya daging ayam dan telur ayam, di Kalimantan Barat.

Sementara itu, Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi tersebut akan dilaksanakan secara serentak di 13 provinsi di Indonesia. Untuk Kalimantan Barat, pelaksanaannya dipusatkan di Kawasan Industri Mandor, Kabupaten Landak.

“Ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini akan dilaksanakan serentak di 13 provinsi dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Jawa Timur. Kami berharap Bapak Gubernur Kalimantan Barat dapat mengikuti kegiatan tersebut secara virtual,” kata Hendra, melansir dari AntaraNews.

Ia menambahkan, program hilirisasi ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan untuk pemerataan pembangunan sektor peternakan, mengatasi potensi kelangkaan telur dan daging ayam, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah.

Baca Juga :   BANK KALSEL Pastikan Transaksi Tetap Lancar di Tengah Pemadaman Bergilir

Menurut Hendra, melalui sistem peternakan ayam terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, diharapkan rantai pasok dapat berjalan lebih efisien, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar kawasan industri.

“Program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan nilai tambah produk peternakan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor riil,” tuturnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
DISOROT Menurunnya Daya Beli di Pasar Paringin
ATASI Antrian BBM, Pansus Kalsel Matangkan Data
JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang
MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel
PASAR MURAH di Desa Bihara, Warga Dapat Kebutuhan Pokok Terjangkau hingga Layanan IKD

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Senin, 28 September 2026 - 21:06

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Berita Terbaru

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca