KADIS Sosial Banjarmasin Berharap Data yang Disampaikan Benar

- Penulis

Senin, 27 April 2020 - 22:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Mata Iwan terlihat merah. Seperti kurang tidur. Raut mukanya juga tampak kelelahan. Itu semua masih bisa dilihat meski separuh wajahnya ditutup masker.

Beberapa hari terakhir pekerjaan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin ini begitu padat. Ia harus berjibaku mengurus bantuan sosial (Bansos) menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin.

Jumlah yang diurusi pun tak tanggung – tanggung, ada lima puluh ribuan. Ini tentu bukan pekerjaan sepele. Ditambah lagi waktu yang begitu mepet. Perlu kerja ekstra dan kehati-hatian. Terlebih yang diurus masalah duit.

Kemarin, pria yang memiliki nama panjang Iwan Restianto ini diwawancara oleh beberapa reporter di kantornya, Jalan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat, Senin (27/04/2020).

Isi wawancaranya tak jauh dari soal Bansos untuk warga miskin baru yang ekonominya terpapar akibat Covid – 19 tadi. Beberapa hari ini soal Bansos PSBB ini sedang menjadi perbincangan hangat.

Persoalan ini menjadi sorotan lantaran keterlambatan penyalurannya. Pasalnya dari hari pertama pelaksanaan PSBB, hingga kemarin, Bansos ini tak kunjung tersalurkan.

Iwan pun menyampaikan beberapa alasan mengapa itu terjadi. Yang paling krusial soal penginputan dan verifikasi data. Maklum, proses ini boleh dibilang memang mendadak dilakukan.

Dari asumsi yang disampaikan yang ia sampaikan ada sekitar 30 ribu keluarga yang terdampak di 52 kelurahan. Data ini sebelum pelaksanaan PSBB. Belakangan datanya membengkak menjadi 52 ribu.

“Sebelum PSBB kan 30 ribu kami asumsikan, ternyata yang merasa terdampak berdasarkan usulan RT dari 32 kelurahan saja sudah 28 ribu. Artinya kalau total ada 52 kelurahan, perkiraannya sampai 52 ribu,” katanya.

Yang perlu dicatat, jumlah ini diluar dari data warga miskin sebanyak 41 ribu yang sudah masuk dalam basis data terpadu. Mereka yang nantinya mendapat Bansos berupa paket sembako dan uang tunai Rp 250 ribu.

Iwan mengatakan, jumlah itu memang datang dari usulan para ketua RT di Banjarmasin yang jumlahnya sekitar 1.700 lebih.

Saat ini yang menjadi masalah dinsos tak mempunyai sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan apakah data itu riil sebagian warga yang betul-betul harus mendapat bantuan atau tidak.

Pasalnya, pihaknya tak mungkin mampu memverifikasi satu per satu dalam waktu yang singkat. “Dalam keadaan darurat ini kami tak memiliki waktu lagi untuk melakukan verifikasi secara mendalam. Kalau turun ke lapangan melihat rumah layak tidaknya tak ada lagi waktu,” katanya.

Baca Juga :   SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Lalu verifikasi seperti apa yang dilakukan? Paling bisa dilakukan dinsos setidaknya memastikan mereka tak masuk dalam basis data terpadu. Yang biasanya mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat.

“Penyaringan agar yang dapat PKH, BPNT, BLT dapat sembako dari kota. Jadi yang dapat di APBN tidak lagi di APBD. Ini yang harus dimengerti warga,” jelasnya.

Kemudian yang menyulitkan, juga terkait tak ada klasifikasi khusus bagi warga yang menerima Bansos ini. Atau aturan yang seperti apa. Yang ada hanyalah warga yang terdampak.

Menurut Iwan, sementara ini klasifikasi mendapat bantuan yakni warga terdampak. Jika menggunakan istilah itu tentu semua warga merasakan.

“Tapi kami di dinsos tak bisa menentukan mana yang layak dibantu mana yang tidak. Karena kan terdampak, kriterianya tak ada, beda halnya yang jelas seperti di PHK, dirumahkan, tidak bisa berjualan,” ujarnya.

“Penghasilan berkurang itu juga terdampak, dagangan berkurang, biasa satu juta rupiah sekarang 500 ribu rupiah penghasilan, terdampak juga kan. Minta bantuan juga ke Pemko. Beda tukang becak tak ada penumpang, nah harusnya itu yang dibantu,” lanjutnya.

Semua data yang masuk memang dari RT. Meski tak ada verifikasi secara mendalam Iwan berharap semua data yang masuk ke dinsos memang betul-betul warga yang memerlukan bantuan.

“Tapi tak apa-apa asal usulan dari RT itu, kami berbaik sangka bahwa ini memang benar warga yang terdampak. Jadi semampu kami dipenuhi,” imbuhnya.

Sebab lanjutnya, di tengah kondisi seperti saat ini yang bisa dipegang hanya RT. “Sesuai struktur organisasi dalam UUD siapa yang paling dipercaya dalam keadaan darurat ini, yang kita paling percaya ya ketua RT,” bebernya.

Hal ini harus dilakukan lantaran RT merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan warga. “Jadi kami harus percaya, karena mereka yang paling tau kondisi masyarakatnya, terlepas dari subjektif dan objektif. jadi informasi dari mereka ah yang bisa dipegang saat ini,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030
POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi
BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga
KEBAKARAN LAGI di Kompleks DPR Banjarmasin Barat, Terekam CCTV Sebelum Berkobar Ada Sosok Pria di Lokasi
HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI
DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand
TIGA TERSANGKA LAGI Selain Nakhoda KM Virgo, Begini Penyidikan Tim Gabungan
DUA VENDOR “Salvage” KM Virgo Transport 8 Belum Final Penunjunkan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:19

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:04

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:58

BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51

HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:37

ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:28

HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32

PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11

DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand

Berita Terbaru

Petugas memasang garis polisi di lokasi penangkapan dia terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Hukum

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:25

Dr Iwan Aflanie terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memberikan keterangan ke media, Jumat (2/10/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:19

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca