SETUJUI UU Pengubahan Jenis Kelamin di Dokumen Resmi

- Penulis

Kamis, 24 Agustus 2023 - 22:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabinet Jerman menyetujui Undang-undang pengubahan jenis kelamin ditujukan untuk kaum transgender, interseks, dan non-biner. (@Kay Nietfeld/dpa/picture aliansi)

Kabinet Jerman menyetujui Undang-undang pengubahan jenis kelamin ditujukan untuk kaum transgender, interseks, dan non-biner. (@Kay Nietfeld/dpa/picture aliansi)

SuarIndonesia — Menteri Urusan Keluarga Jerman Lisa Paus mengungkapkan bahwa undang-undang baru yang mempermudah individu mengubah jenis kelamin dan nama mereka, secara resmi telah disetujui oleh Kabinet Jerman pada hari Rabu (23/08/2023). Paus juga memuji langkah itu sebagai “momen besar” bagi kelompok transgender dan interseks.

“Undang-Undang Penentuan Nasib Sendiri” tersebut memungkinkan perubahan dilakukan dengan prosedur yang lebih sederhana di kantor-kantor catatan sipil di Jerman.

Dikutip detikNews, Kamis (24/8/2023) dari Deutsche Welle (DW), Paus mengatakan bahwa reformasi ini berfungsi “untuk melindungi hak-hak kaum minoritas yang telah didiskriminasi sejak lama dan merupakan suatu kemajuan sosial-politik.”

Di bawah peraturan yang berlaku saat ini, seseorang harus menyerahkan dua laporan psikologis untuk dapat mengubah catatan sipil, dan masih memerlukan pengadilan distrik untuk membuat keputusan akhir. Orang-orang yang telah melalui itu mengeluhkan bahwa proses tersebut cukup panjang, mahal dan juga memalukan.

“Setiap orang berhak atas negara untuk menghormati identitas gender mereka,” kata Menteri Kehakiman Marco Buschmann. “Hukum yang berlaku saat ini melecehkan kaum transgender. Kami ingin mengakhiri situasi yang tidak bermartabat itu.”

Prosesnya jadi lebih sederhana
Orang-orang yang ingin melakukan perubahan jenis kelamin atau pun nama mereka, hanya perlu menyerahkan pengungkapan diri yang sederhana kepada otoritas terkait.

Rancangan undang-undang perubahan jenis kelamin tersebut mengusulkan bahwa perubahan jenis kelamin dan nama tersebut harus didaftarkan tiga bulan sebelum deklarasi dibuat. Setelah adanya perubahan, terdapat periode pemblokiran selama satu tahun untuk membuat perubahan baru.

Bagi anak-anak di bawah 14 tahun, orang tua harus menyerahkan pernyataan yang diperlukan kepada kantor catatan sipil. Sedangkan, remaja berusia 14 tahun ke atas dapat membuat deklarasi diri sendiri, tetapi tetap dengan persetujuan orang tua mereka terlebih dahulu. Pengadilan urusan keluarga juga akan mampu menyelesaikan konflik dalam keluarga.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Reformasi ini juga akan mencegah gender atau jenis kelamin seseorang yang sebelumnya tidak dapat diungkap di luar kehendaknya, karena ancaman denda. Namun, pemerintah Jerman mengatakan bahwa ada pengecualian, bahwa undang-undang baru itu nantinya tidak akan mengizinkan individu untuk mengubah nama dan jenis kelamin, hanya agar dapat menghindar dari tuntutan pidana.

Ditujukan bagi kaum minoritas
Peraturan baru ini memang ditujukan untuk kaum minoritas, seperti kelompok transgender, interseks dan nonbiner.

Transgender merupakan individu yang tidak mengidentifikasikan diri mereka dengan jenis kelamin yang diberikan kepada mereka saat lahir. Sedangkan, interseks mengacu pada individu-individu yang memiliki karakteristik jenis kelamin fisik yang tidak hanya laki-laki atau perempuan.

Sementara nonbiner adalah orang-orang yang tidak mengklasifikasikan diri mereka sebagai laki-laki atau perempuan, menurut pembagian jenis kelamin secara konvensional. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18