JAMUR Kapang di Pakaian Bekas Impor Dapat Hilang Asal Benar-benar Dicuci

- Penulis

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 00:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Belum lama tadi, warga tengah dibuat khawatir dengan adanya kabar temuan Cemara jamur kapang pada pakaian bekas impor atau thrift yang saat ini sedang menjadi trend di masyarakat.

Namun, ternyata jamur kapang yang ada di pakaian bekas impor itu tidak sebahaya yang dipikirkan.

Sekretaris Dinkes Kota Banjarmasin, dr. Dwi Atmi Susilastuti mengatakan, pakaian yang sudah terkena jamur kapang tidak akan menyebabkan reaksi alergi pada kulit apabila penanganannya benar.

“Sebetulnya kalau sudah dicuci bersih menggunakan deterjen, dikeringkan, apalagi kemudian disetrika, jamur ini cenderung tidak menyebabkan gangguan pada kulit,” ucapnya saat dihubungi awak media, belum lama tadi.

Kendati demikian, Dwi menekankan bahwa cemaran jamur kapang ini bisa hilang apabila sudah dicuci bersih secara benar, disetrika dan diletakkan dalam lemari.

“Kalaupun masih meninggalkan bekas, itu jarang menyebabkan kasus penyakit kulit,” ujarnya.

Di samping mencuci dan merapikan, menyetrika juga dapat menghilangkan penyebab bakteri yang membuat penyakit kulit dengan panas yang disebabkan setika itu.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan, harus dipastikan terlebih dahulu, apakah itu jamur kapang atau hanya noda bekas jamur kapangnya saja.

“Bekas noda itu tidak menyebabkan penyakit kulit, tapi mungkin hanya saja barangkali yang memakai merasa risih dari segi estetika pakaian,” tuturnya.

Baca Juga :

BANTU CARI Gudang Pakaian Bekas, Disperdagin Khawatir Bawa Penyakit

Dwi melanjutkan, beda halnya jika pakaian yang sudah dipakai, tidak dicuci, bau, jamuran, dan sebagainya itulah yang cenderung menimbulkan penyakit kulit.

“Tidak hanya dari jamurnya, tapi karena kondisi baju yang kotor masih dipakai,” terangnya.

Ia juga memberikan saran, selain pakaian bekas layak pakai, pakaian yang baru pun alangkah lebih baiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dikenakan pada tubuh.

“Kan kita tidak tau siapa saja yang menyentuh pakaian tersebut, baik pada saat pengemasan, dan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Surya, salah satu pemuda di Banjarmasin yang sering membeli pakaian bekas layak pakai impor di kawasan Pasar Lima, mengatakan hal yang sama, selama bertahun-tahun ia mengenakan pakaian bekas layak pakai, tak pernah mengalami gangguan penyakit kulit.

Baca Juga :   KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

“Aman-aman saja, karena setelah saya membeli, pakaian saya rendam di air hangat, setelah dingin saya kucek selanjutnya dibuat kedalam mesin cuci terus dikeringkan. Tidak pernah tuh kena penyakit kulit,” ungkapnya.

“Bahkan kalau pakaian seperti baju kaos, itu tidak saya setrika, kecuali pakaian seperti kemeja yang perlu rapi baru saya setrika, tidak pernah gatal-gatal karena pakaian bekas layak pakai yang saya beli di daerah pasar pagi misalnya,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemusnahan 750 bal pakaian bekas yang diduga asal impor senilai Rp8,5 miliar.

Pemusnahan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Kemendag dalam penegakan hukum terkait dengan pelanggaran di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen.

Pakaian bekas merupakan barang yang dilarang impornya berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di Balai Pengujian Mutu Barang, sampel pakaian bekas yang telah diamankan tersebut terbukti mengandung jamur kapang.

Cemaran jamur kapang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, seperti gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi karena pakaian tersebut melekat langsung pada tubuh. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel
PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako
WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca