USAI Dobrak Paksa Markas PBB Lebanon, Israel: UNIFIL Tak Berguna!

- Penulis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 00:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Energi Israel Eli Cohen. (Foto: AFP/PIERRE ALBOUY)

Menteri Energi Israel Eli Cohen. (Foto: AFP/PIERRE ALBOUY)

SuarIndonesia — Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mengutuk pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) yang ia sebut membuat pertempuran kian panas.

Cohen menyebut pasukan UNIFIL “tak berguna” karena gagal melindungi warga Israel dari serangan Hizbullah.

“Negara Israel akan melakukan apa saja untuk menjamin keselamatan warga negaranya,” kata dia pada Senin (14/10/2024), dikutip CNNIndonesia dari Reuters.

Cohen lalu berujar, “Dan jika PBB tak bisa membantu, setidaknya tak boleh ikut campur, dan memindahkan personel dari zona pertempuran.”

Beberapa hari ini, pasukan Israel menyerang pos UNIFIL hingga menyebabkan sejumlah personel mengalami luka-luka.

Dalam rilis resmi, UNIFIL menyatakan pada Minggu (13/10) sekitar pukul 4.30 waktu setempat personel di Ramyah mengamati tiga peleton pasukan pertahanan Israel (IDF) melintasi Blue Line ke Lebanon.

Israel kembali berlaku semena-mena dengan menghancurkan gerbang utama dan masuk secara paksa ke markas pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon. (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

“Saat pasukan penjaga perdamaian berada di tempat perlindungan, dua tank Merkava milik IDF menghancurkan gerbang utama posisi tersebut dan memasuki posisi itu secara paksa,” demikian menurut UNIFIL dalam rilis resmi.

Pasukan Israel, lanjut mereka, meminta beberapa kali agar pangkalan tersebut mematikan lampu.

UNIFIL kemudian mengajukan protes melalui dan menyatakan kehadiran pasukan Israel membahayakan aktivitas personel penjaga perdamaian.

Tank-tank baru meninggalkan pangkalan sekitar 45 menit setelah UNIFIL protes.

Kemudian sekitar pukul 6:40 waktu setempat, pasukan penjaga perdamaian di posisi yang sama melaporkan “ada tembakan beberapa kali sejauh 100 meter ke utara.”

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Setelah tembakan itu, asap mulai terlihat. Imbas insiden tersebut 15 personel UNIFIL terdampak.

Pada Sabtu (12/10/2024) lalu, UNIFIL juga melaporkan pasukan Israel menghentikan pergerakan logistik di dekat Meiss ej Jebel.

Pekan lalu, terdengar ledakan di pos pasukan penjaga perdamaian dan menyebabkan sejumlah tentara terluka.

Mereka yang mengalami luka-luka adalah dua tentara dari Indonesia dan sejumlah personel dari Sri Lanka.

UNIFIL berulangkali mewanti-wanti militer Israel kehadiran mereka membahayakan aktivitas personel di tengah konflik yang berkecamuk.

Mereka juga menegaskan serangan ke pasukan UNIFIL dan pangkalan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi PBB 1701.

Menurut catatan UNIFIL, Israel telah menghancurkan menara pengawas, kamera, peralatan komunikasi, dan lampu. Tindakan ini membuat mereka kesulitan mengawasi gerak-gerik pasukan Zionis.

Israel sementara itu mengeklaim bahwa mereka mengincar situs Hizbullah yang berada di dekat pos UNIFIL.

Militer Israel mengklaim terowongan Hizbullah berjarak kurang dari 200 meter dari pos UNIFIL. Tempat itu mereka sebut menjadi gudang penyimpanan senjata milisi Lebanon.

Brigadir Jenderal Yiftach Norkin mengatakan terowongan itu dibangun beberapa tahun lalu.

“Kami sebenarnya berdiri di pangkalan militer Hizbullah yang sangat dekat dengan PBB,” kata Norkin ke awak media. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina
TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon
PESAWAT AN-26 Rusia Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas
HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah
IRAN akan Terapkan Aturan Navigasi Baru di Selat Hormuz
PRAJURIT TNI di UNIFIL Gugur, Indonesia Desak Penyelidikan Penuh

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:11

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca