SuarIndonesia – Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Ketua TP PKK Banjarmasin Siti Wasilah meninjau sekaligus mencanangkan Pelaksanaan Intervensi Serentak Cegah Stunting se- Kota Banjarmasin Tahun 2024 bagi Balita dan Ibu Hamil, Senin (10/6/2024).
Kunjungan menyasar Posyandu Cempaka I yang berlokasi di Jalan Belitung Darat Simpang Rahmat, RT. 18, Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat dan turut dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala SKPD, Camat se- kota Banjarmasin, Lurah, para kader posyandu beserta stakeholder terkait.
Yang mana aksi intervensi serentak tidak hanya diikuti oleh anak-anak Balita dan ibu hamil namun juga berlaku bagi para calon pengantin (Catin) dan pasangan usia subur.
Ibnu Sina ingin memastikan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk rutin datang ke Posyandu.
Terlebih, Menurutnya beragam upaya yang selama ini telah dilakukan Pemko Banjarmasin dalam menangani persoalan Stunting sudah berada di koridor yang tepat.
“Kita ingin memastikan bahwa proses pengukuran untuk anak-anak yang Balita itu semua harus terukur dengan baik, terutama di posyandu-posyandu yang ada,” katanya.
Iia juga menyoroti intervensi terhadap para calon pengantin yang melakukan pemeriksaan kesehatan.
Ibnu menekankan harus ada kesadaran penuh dari para catin untuk memastikan kesehatan diri mereka sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Tak hanya itu, saat ini calon pengantin juga diminta untuk mendatakan dirinya terlebih dulu dalam Elektronik Siap Nikah & Hamil atau Elsimil.
“Pastikan tiga bulan sebelum akad nikah itu datang ke posyandu untuk mendapatkan pelayanan (termasuk puskesmas), yang wanita minum tablet tambah darah juga pemeriksaan lainnya agar ketika sudah menikah, maka siap untuk hamil,” jelasnya.
“Sehingga kemudian ibunya dalam keadaan sehat bapaknya pun dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Elsimil ini, ujarnya lagi selain sebagai salah satu syarat jelas tujuannya untuk memudahkan pasangan yang ingin segera menikah.
“Memastikan pasangan yang akan menikah, calon pengantin ini betul-betul dalam kondisi sehat sehingga nanti bayi yang dihasilkan, anak yang dihasilkan dalam kondisi yang sehat, terbebas dari stunting atau tumbuh tidak normal,” tandasnya.
Dirinyaberjanji di akhir pelaksanaan intervensi serentak yang telah berlangsung sejak 3 Juni 2024 nantinya akan ada penghargaan bagi Kecamatan yang sasaran posyandu nya bekerja aktif seratus persen dan akan menerima hadiah khusus pada puncak perayaan Hari Keluarga Nasional 29 Juni.(*/SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















