HANJALIPAN Kalteng Terendam Banjir, Hambat Mobilitas Warga

- Penulis

Senin, 13 Mei 2024 - 01:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Banjir yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah dalam dua pekan terakhir kini telah merambat ke Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi hingga menghambat mobilitas warga setempat.

“Banjir di Desa Hanjalipan terjadi sejak 7 Mei lalu, saat ini jalan di desa terendam banjir sehingga untuk transportasi darat tidak bisa, mereka hanya bisa menggunakan perahu,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Agus Mulyadi di Sampit, pada Sabtu (11/5/2024).

Ia menyampaikan, sejak Kamis 9 Mei 2024 pihaknya telah mendirikan posko dan melakukan pemantauan terkait kondisi banjir di Desa Hanjalipan.

Pasalnya desa ini merupakan desa yang paling rawan banjir di Kotim dan ketika terjadi banjir butuh waktu cukup lama sampai air surut.

Dalam beberapa hari terakhir debit air di Desa Hanjalipan masih meningkat.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu pagi, ketinggian air dari permukaan jalan sudah mencapai 1 meter lebih.

Agus menyebut, banjir di Desa Hanjalipan disebabkan tiga faktor, yakni curah hujan yang tinggi, air pasang sungai dan kiriman air dari wilayah hulu atau utara.

Lokasi Desa Hanjalipan juga diketahui berada di pertemuan dua sungai, yakni Sungai Mentaya dan Sungai Tualan, ketika kedua sungai tersebut pasang maka desa tersebut akan tergenang.

“Adanya hujan lebat dan air pasang membuat air yang menggenangi desa tidak bisa keluar. Ditambah lagi ada kiriman banjir dari wilayah hulu, seperti Kecamatan Bukit Santuai dan Antang Kalang yang sebelumnya juga banjir meski sekarang sudah surut,” jelasnya.

Baca Juga :   CEGAT MOBIL Agya, Ini Awal Hingga Mantan Kanit Resnarkoba Polres Barsel Diganjar 6 Tahun Penjara

Berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat 9 Mei, pihaknya mencatat kurang lebih ada 460 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir, meliputi 320 rumah. Ada beberapa rumah yang telah dimasuki air dengan kedalaman paling tinggi 20 cm dari permukaan lantai.

Kendati demikian, warga yang rumahnya terendam memilih bertahan dan tidak mengungsi.

Untuk mengamankan perabotan dan barang berharga warga membangun dipan sementara di dalam rumah.

“Untuk pengungsi belum ada, warga yang mengeluhkan sakit juga belum ada. Tapi kami tetap melakukan pemantauan,” imbuhnya dikutip Antara.

Banjir yang merendam Desa Hanjalipan diperkirakan bertahan hingga beberapa minggu kedepan, mengingat sebelumnya desa tersebut pernah terendam banjir hingga sebulan.

Namun, pihaknya tetap berharap banjir segera surut sehingga tidak menyebabkan kerugian bagibwarga.

Sementara itu, data BPBD Kotim sejak 29 April 2024 sebanyak 31 desa maupun kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kotim yang terendam banjir.

Saat ini sebagian wilayah telah dinyatakan surut, namun ada beberapa desa yang baru terdampak banjir akibat kiriman dari wilayah hulu. Seperti Desa Hanjalipan.

Sehubungan dengan musibah banjir ini, Pemkab Kotim telah menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari, berlaku dari 4-17 Mei 2024.

Dengan status tersebut upaya penanganan banjir, khususnya bantuan bagi warga yang terdampak bisa lebih optimal. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MEMICU KONTROVERSI Rencana HUT RSUD Ulin Digelar di Jakarta
DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:30

MEMICU KONTROVERSI Rencana HUT RSUD Ulin Digelar di Jakarta

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Senin, 20 April 2026 - 16:16

KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan

Senin, 20 April 2026 - 15:56

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 April 2026 - 13:40

HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 23:12

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca