SuarIndonesia — Kaya akan sumber daya alam membuat sejumlah orang terkaya muncul dari tanah Borneo. Jika selama ini H Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam) digadang-gadang menjadi orang paling kaya di Kalimantan Selatan, maka H Abdul Rasyid AS mendapatkan julukan crazy rich Kalimantan Tengah.
Abdul Rasyid atau akrab disapa Haji Rasyid itu bahkan pernah masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes, pada tahun 2018. Kekayaannya saat itu USD600 juta atau setara Rp9 triliun dengan konversi USD1 adalah Rp15.001.
Rasyid dikenal sebagai pengusaha dermawan karena saban tahun dia mengirimkan ratusan ton beras zakat untuk masyarakat Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah.
Melalui Abdul Rasyid Foundation, dia juga menyalurkan bantuan selama penanganan pandemi Covid-19, dia juga memberikan bonus bagi atlet Kalimantan Tengah, peraih medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.
Pemilik Citra Borneo Indah Group
Rasyid merupakan pemilik Citra Borneo Indah Group yang menaungi sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, perhotelan, perkebunan kelapa sawit, pelayaran, Bank Prekreditan Rakyat (BPR), dan peternakan.
Untuk sektor perkebunan, PT CBI memiliki 7 anak perusahaan; PT Sawit Sumbermas Sarana, PT Kalimantan Sawit Abadi, PT Mitra Mendawai Sejati, PT Sawit Multi Utama, PT Tanjung Sawit Abadi, PT Mirza Pratama, PT Menteng Kencana Mas.
Khusus PT Sawit Sumber Mas Sarana, perusahaan ini mengelola lahan seluas lebih 115.000 hektare dan menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Perusahaan ini pernah menuai kritik dari pegiat lingkungan karena dianggap tidak transparan menjelaskan kepada investor mengenai area lahan yang bisa ditanami sawit.
Jadi Raja Lokal
Meski begitu, kritik yang disasar Rasyid terkesan angin lalu. Jejaring yang kuat, membuatnya menjadi raja lokal dan punya pengaruh luar biasa di Kotawaringin Barat.
Sebelum bergerak di bidang sawit, dia berkecimpung pada bisnis kayu. Di sektor ini, Rasyid diduga telah melakukan pembalakkan liar, dia juga dijuluki gembong perampok kayu hutan dalam laporan the Final Cut yang dirilis tahun 1999. Abdul Rasyid dianggap bertanggung jawab atas rusaknya Taman Nasional Tanjung Puting, seperti dilansir dari merdeka.com, Jumat (23/6/2023).
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan taman nasional sekaligus taman konservasi orang utan terbesar di dunia. Dalam laporan The Final Cut menyebutkan seluas 300.000 hektar Taman Nasional Tanjung Puting terancam penebangan liar, perluasan kelapa sawit, dan penambangan emas. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















