“GURU SPRITUAL” Ternyata Hanya Modus, Terbongkar Gagahi Tiga Perempuan Pasiennya

SuarIndonesia – “Guru Spritual” ternyata hanya modus dilakoni pria berinisial J yang sudah berrumur 50 tahun di Kabuoaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, ini terbongkar setelah ia gagahi tiga perempuan pasiennya.

Pelaku ini  diamankan anggota POlres Tapin,i karena menjalankan aksinya yang mengaku sebagai “guru spiritual” sudah berjalan kurang lebih empat tahun.

Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser didampingi Kabag Ops AKP Faisal Amri Nasution dan Kasat Reskim AKP Haris Wicaksono, kepada wartawan, membenarkan atas semua itu dan kasusnya digelar, Selasa (16/8/2022)..

Adapun modus pelaku dalam melakukan aksi seksual yaitu dengan mengaku kesaktiannya bisa melihat ada jin dalam tubuh setiap oasien yabg datang.

Lantas sebagai obat untuk menghilangkannya, alih-alih pelaku menyuruh korban untuk melakukan nikah batin (hubungan suami istri,red).

Namun sebelumnya korban terlebih dahulu minum air, dan usai minum tak sadarkan diri seperti orang linglung, maka saat itulah korban disetubuhi pelaku.

“Ketahuan aksi kekerasan seksual ini adanya laporan dari suami korban kepada pihak kepolisian, ditindaklanjuti akhirnya dalam gelar perkara diputuskan ada tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan pelaku,” tambah Kapolres

Disebut, untuk korban ada tiga orang, yakni dua orang warga Kabuoaten Barito Kuala  dan satu orang dari Kabupaten Tapin.

Untuk korban Kabupaten Tapin dilakukan kekerasan seksual. Sedangkan korban Batola korban pencabulan dengan dalih merajah.

Kasus lain digelar Polres Tapin, adalah pencabulan terhadap seorang anak dengan tersangka berinisial MZ.

Dimana tersangka inisial MZ (27) mencabuki korban M (15).” Tersangka MZ  memang berpacaran dengan korban kurang lebih satu tahun dan dilakukannya atas dasar suka sama suka,” tambah kapolres.

Namun karena belum resmi menikah dan korban di bawah umur tetap saja melanggar hukum dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Disamping itu pula orang tua korban tidak menerima atas perbuatan pelaku terhadap anaknya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Haris Wicaksono menambahkan, untuk kasus kekerasan seksual, saat ini korban yang melaporkan ada tiga orang, dan tidak menutup kemungkinan lainnya, namun masih belum melapor.

“Apabila ada korban lainnya diharapkan segera melaporkan ke polsek terdekat atau Polres Tapin, sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada tersangka,” ucapnya. (*/ZI)

 

 12,777 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!