GELOMBANG PANAS, Eropa hingga Asia pun Terpanggang

- Penulis

Selasa, 18 Juli 2023 - 00:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak menyejukkan diri di air mancur umum di Milan, Italia, Sabtu, 15 Juli 2023. Suhu mencapai hingga 42 derajat Celcius di beberapa bagian negara itu, di tengah gelombang panas yang terus melanda Eropa selatan. (Foto: AP/Luca Bruno)

Anak-anak menyejukkan diri di air mancur umum di Milan, Italia, Sabtu, 15 Juli 2023. Suhu mencapai hingga 42 derajat Celcius di beberapa bagian negara itu, di tengah gelombang panas yang terus melanda Eropa selatan. (Foto: AP/Luca Bruno)

SuarIndonesia — Negara-negara empat musim di belahan bumi utara tengah kegerahan luar biasa. Korban jiwa berjatuhan. Seolah-olah, benua-benua besar sedang terpanggang.

Dilansir AFP, Senin (17/7/2023), cuaca panas ekstrem melanda Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Saking panasnya, hutan-hutan terbakar. Diprediksi, suhu panas kali ini bakal pecah rekor.

Asia
Di Jepang, otoritas setempat merilis peringatan gelombang panas untuk puluhan juta orang di sebanyak 20 dari total 57 prefektur, karena suhu udara yang hampir mencetak rekor tertinggi menyelimuti area yang luas dan hujan deras mengguyur beberapa wilayah lainnya.

Televisi nasional NHK memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem mengancam nyawa, dengan ibu kota dan area-area lainnya mencatat suhu udara hampir 40 derajat Celsius. Menurut badan meteorologi, rekor suhu udara tertinggi di Jepang — mencapai 41,1 derajat Celsius saat pertama tercatat di Kumagaya tahun 2018 — bisa dikalahkan. Beberapa area di Jepang dilaporkan mencatat suhu tertinggi selama lebih dari empat dekade terakhir pada Minggu (16/7) waktu setempat, termasuk kota Hirono di prefektur Fukushima dengan suhu mencapai 37,3 derajat Celsius.

Pada Minggu (16/7) waktu setempat, seorang pria ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terjebak banjir.

Dilansir detikNews, Senin (17/7/2023), Wilayah Asia lainnya diguyur hujan lebat yang memicu banjir juga. Salah satunya Korea Selatan (Korsel), dengan sedikitnya 39 orang tewas dan sembilan orang lainnya hilang akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan lebat selama empat hari terakhir. Sekitar 12 orang di antaranya ditemukan tewas di underpass yang terendam banjir.

Sementara di India, musim penghujan tanpa henti dilaporkan menewaskan sedikitnya 90 orang, menyusul cuaca panas ekstrem. Banjir besar dan tanah longsor biasa terjadi selama musim penghujan di India, namun para pakar menyebut perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya.

Di China, otoritas setempat merilis beberapa peringatan suhu pada Minggu (16/7) waktu setempat yang menyebutkan bahwa suhu udara mencapai 40-45 derajat Celsius mungkin menyelimuti sebagian wilayah gurun Xinjiang dan suhu 39 derajat Celsius menyelimuti wilayah Guangxi.

Dilansir Reuters, Xinjiang Daily menyebut suhu udara di Turpan kawasan Uyghur mencapai 52,2 derajat Celcius pada Minggu (16/7) waktu setempat. Turpan memang daerah yang terkenal panas dan punya dataran sangat rendah.

Namun secara umum, panas di China kali ini memang keterlaluan. Paparan suhu udara tinggi berkepanjangan di China telah menantang jaringan listrik dan mengganggu panen, dengan kekhawatiran semakin meningkat soal kemungkinan terulangnya kekeringan seperti tahun lalu — yang tercatat sebagai kekeringan paling parah dalam 60 tahun terakhir.

Eropa
Panas menyerang warga Vatikan di Benua Eropa. 15 Ribu orang mendengarkan doa Paus Fransiskus sambil kegerahan. Bahkan Francois Mbemba, salah satu pastor, mengatakan suhu di St Peter’s Square di Vatikan kali ini lebih panas ketimbang suhu di daerah asalnya, Kongo. Eropa sedang panas banget.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Sementara di Italia secara keseluruhan, otoritas setempat memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi ‘gelombang panas paling intensi di musim panas dan juga salah satu yang paling intensi sepanjang masa’.

Prediksi suhu tertinggi dalam sejarah dalam beberapa hari ke depan membuat Kementerian Kesehatan merilis peringatan level merah untuk 16 kota, termasuk Roma, Bologna dan Florence.

Suhu udara diprediksi mencapai 40 derajat Celsius di Roma pada Senin (17/7) waktu setempat dan mencapai 42-43 derajat Celsius pada Selasa (18/7) besok. Angka-angka itu memecahkan rekor 40,5 derajat Celsius pada Agustus 2007 lalu.

“Berpotensi mencapai suhu terpanas yang pernah tercatat di Eropa,” demikian peringatan Badan Antariksa Eropa terhadap daerah Sisilia dan Sardinia yan bisa mencapai 48 derajat Celsius.

Di Rumania, suhu diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius pada hari ini. Di SPanyol, suhu mencapai 40 derajat Celsius. Kebakaran melanda Pulau La Palma megnhanguskan 5 ribu hektare lahan dan 4 ribu orang dievakuasi.

Kebakaran hutan di British Columbia, Kanada, 2 July 1, 2023. (Foto: AP/Noah Berger)

Amerika Utara
Di Amerika Utara, meliputi negara Amerika Serikat, Kanada, dan wilayah sekitarnya, cuaca juga panas. Di AS, 80 juta orang terdampak panas ekstrem pada Minggu (16/7) waktu setempat.

Death Valley di California, yang sering kali menjadi salah satu tempat terpanas di Bumi, juga kemungkinan mencatat puncak baru pada Minggu (16/7) waktu setempat, dengan suhu udara diprediksi bisa melampaui 54 derajat Celsius.

Dilansir AFP, Sabtu (1/7) lalu, 13 orang tewas akibat gelombang panas ekstrem selama dua pekan di AS. Korban tewas tertinggi 11 orang tercatat di Texas, perbatasan Meksiko. Trotoar di Houston retak-retak tak kuat menahan panas.

Ad remaja laki-laki 14 tahun meninggal dunia saat sedang mendaki di Taman Nasional Big Bend di Texas, saat suhu menjcapai 48 derajat Celsius. Ayah tiri korban, tragisnya, meninggal dalam kecelakaan mobil saat dia bergegas menyelamatkan anaknya itu.

Sementara itu, Kanada terus memerangi musim kebakaran hutan terburuk dalam sejarahnya, sebuah fenomena yang menurut para ilmuwan diperparah oleh perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia
BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi
TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia
CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!
SUPORTER Spanyol Bahagia Timnya Juara Dunia 2026
PEMAIN BARCA Pahlawan Spanyol dan Tangis Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
PIALA DUNIA 2026: 10 Gol Tercipta, Inggris Juara 3 Tumbangkan Perancis

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca